Jakarta (5/09), Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Zero Emisi Indonesia (AZEI) untuk mendorong pengelolaan kawasan laut dan pesisir yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Kerja sama ini disepakati melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Asosiasi Zero Emisi Indonesia tentang Pengelolaan Karbon Rendah Emisi Sektor Kelautan dan Perikanan. Kesepakatan tersebut berlaku selama lima tahun hingga 2031 ini bertujuan untuk mendukung program ekonomi hijau dan mengurangi emisi karbon di sektor kelautan.
Kesepakatan Bersama ini memfokuskan langkah nyata pada enam ruang lingkup utama di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, yaitu:
1. pengembangan model mobilitas dan infrastruktur rendah emisi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
2. pengembangan sistem pengelolaan karbon biru berkelanjutan;
3. penguatan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil;
4. pengembangan ekosistem pergaraman yang produktif dan berkelanjutan;
5. pengembangan inovasi pembiayaan proyek karbon biru berkelanjutan.
6. Edukasi & Informasi: Menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga lingkungan laut.
Adapun tujuan dari Kerja sama ini untuk memperkuat sinergi Para Pihak dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi biru dan program prioritas DJPK yaitu PROTEKSI, PELAUT, dan Laut SEBASAH melalui kapasitas yang dimiliki AZEI yaitu platform lintas sektor yang menghubungkan kepemimpinan nasional, jaringan pengetahuan, teknologi, pembiayaan, operator dan kapasitas pelaksanaan agar prioritas strategis dapat disusun menjadi desain program dan kesiapan proyek dengan implementasi terukur.