Bandung (17/9), Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola laut berkelanjutan melalui kolaborasi strategis bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK UNPAD). Sinergi ini ditandai dengan pelaksanaan Kuliah Umum "Konservasi di Setiap Level: Ekosistem, Spesies, dan Keanekaragaman Genetik untuk Laut Berkelanjutan" sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Melalui Perjanjian Kerja Sama berbasis Ekonomi Biru dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi ini, kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi pada empat ruang lingkup utama:
1. Penguatan kapasitas sumber daya manusia;
2. Penyusunan kajian pengelolaan kelautan;
3. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kelautan; serta
4. Publikasi dan diseminasi informasi pengelolaan kelautan.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa implementasi kerja sama ini akan mendukung tiga program prioritas Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, yaitu PROTEKSI (Program Restorasi Ekosistem dan Konservasi), PELAUT (Pulau dan Laut Sehat untuk Ekonomi Kuat), serta SEBASAH (Laut Sehat Bebas Sampah).
Tiga program tersebut merupakan satu kesatuan pilar yang tidak terpisahkan dalam menjaga kesehatan laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan mandat pemerintah dan kapasitas akademis guna menghasilkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang aplikatif di lapangan.