Jakarta - Pemerintah memastikan keterlibatan masyarakat setempat dalam pembangunan dan operasional tambak udang terintegrasi Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek strategis senilai Rp7,2 triliun tersebut diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Demikian disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan KKP, I Nyoman Radiarta, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 2 April 2026. Ia mengatakan, pemerintah menempatkan tenaga kerja lokal sebagai bagian utama dari program pengembangan tambak udang modern ini.
“Kami memastikan penyiapan tenaga kerja lokal ikut berkontribusi, kami sangat fokus terkait penyiapan SDM, khususnya masyarakat Sumba Timur yang tidak berpengalaman. Kami akan memberikan pelatihan melalui kelas khusus selama 12–16 bulan,” ujarnya.
Berdasarkan kajian awal KKP, proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu diperkirakan mampu menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini juga diproyeksikan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
KKP memperkirakan tahap konstruksi hingga operasional dapat menurunkan angka kemiskinan hingga 55 persen. Serta meningkatkan kesejahteraan sekitar 35.820 jiwa, termasuk keluarga para pekerja.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan tambak udang Waingapu dirancang sebagai model percontohan budidaya modern. Serta berkelanjutan dengan penerapan praktik akuakultur yang baik.
“Kami menerapkan SOP dari praktik terbaik, mulai dari pengambilan intake, proses ke tandon, tata kelola di petakan budidaya, hingga pengelolaan instalasi pengolahan air limbah. Agar tidak berdampak negatif pada lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan tambak ini merupakan pengembangan dari model sebelumnya di Kebumen, Jawa Tengah, yang masih berbasis kawasan dan belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Di Waingapu, sistem tersebut ditingkatkan menjadi terpadu guna memastikan keberlanjutan produksi sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Kawasan tambak udang Waingapu berada di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawal, Kabupaten Sumba Timur. Proyek ini memiliki luas lahan sekitar 2.150 hektare dengan lahan terbangun mencapai 1.361 hektare.
Tambak udang terintegrasi Waingapu diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 52.000 ton udang per tahun. Hingga akhir Maret 2026, pembangunan masih berada pada tahap pembuatan petakan tambak dengan sejumlah alat berat telah beroperasi di lokasi.
Pemerintah menargetkan percepatan proyek tambak udang terintegrasi Waingapu. Diprediksi ini akan rampung sepenuhnya dalam tiga tahun ke depan.
Penulis: Alfian Risfil