Balai Pelatihan Aparatur Kelautan dan Perikanan Denpasar merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan yang memiliki perjalanan sejarah panjang dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Kelembagaan ini pada awalnya berkembang sebagai unit penelitian yang berfokus pada penyediaan data dan informasi sumber daya perikanan tuna, khususnya tuna dan jenis ikan sejenis (tuna like species) di wilayah Samudera Hindia. Seiring dengan perkembangan kebijakan pembangunan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, kelembagaan ini mengalami transformasi menjadi unit pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur kelautan dan perikanan.
Sejarah kelembagaan diawali dengan pelaksanaan program kerja sama riset perikanan tuna, khususnya tuna sirip biru selatan (Southern Bluefin Tuna/Thunnus maccoyii), antara CSIRO Australia dengan Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Benoa.
Kegiatan tersebut menjadi dasar pengembangan sistem pengumpulan data dan informasi perikanan tuna untuk mendukung pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan.
Pada tahun 2002, dikembangkan program monitoring perikanan tuna melalui kerja sama multilateral antara Indonesia, Australia, Jepang, dan Indian Ocean Tuna Commission (IOTC).
Program monitoring dilakukan pada beberapa lokasi pendaratan utama tuna, yaitu:
Pada tahun 2005, dikembangkan program observer on board pada kapal rawai tuna.
Program tersebut bertujuan memperoleh data dan informasi kegiatan penangkapan tuna yang tidak dapat diperoleh melalui kegiatan monitoring di pelabuhan serta mendukung kebutuhan pelaporan kepada organisasi pengelolaan perikanan regional, khususnya IOTC.
Pada tahun 2010, berdasarkan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui Surat Nomor B-3677/M.PAN-RB/12/12 tanggal 2 Desember 2010, dibentuk:
Loka Penelitian Perikanan Tuna (LP2T) Benoa
yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.27/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Penelitian Perikanan Tuna.
Pada tahun 2017, melalui penataan organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, LP2T berubah menjadi:
Loka Riset Perikanan Tuna (LRPT) Benoa
berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16/PERMEN-KP/2017.
LRPT Benoa mempunyai tugas melaksanakan riset sumber daya perikanan tuna dan jenis ikan sejenis (tuna like species) di wilayah Negara Republik Indonesia, khususnya kawasan Samudera Hindia.
Kegiatan utama meliputi:
Sejalan dengan transformasi kelembagaan Unit Pelaksana Teknis pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Loka Riset Perikanan Tuna Benoa berubah nomenklatur menjadi:
Balai Pelatihan Aparatur Kelautan dan Perikanan Denpasar merupakan UPT Pelatihan yang memiliki tugas utama meningkatkan kompetensi aparatur kelautan dan perikanan melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis kebutuhan organisasi, standar kompetensi, dan perkembangan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Balai Pelatihan Aparatur Kelautan dan Perikanan Denpasar mempunyai tugas:
Melaksanakan pelatihan aparatur kelautan dan perikanan.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Pelatihan Aparatur Kelautan dan Perikanan Denpasar menyelenggarakan fungsi:
"Terwujudnya aparatur kelautan dan perikanan yang profesional, kompeten, dan berintegritas melalui penyelenggaraan pelatihan yang berkualitas."
JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293
Email: humas.kkp@kkp.go.id
Call Center KKP: 141