Hari Pelaut Sedunia 2026, KKP Tegaskan Komitmen Cetak Pelaut Perikanan Unggul

Kamis, 25 Juni 2026


JAKARTA (25/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) menegaskan pentingnya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaut perikanan Indonesia agar semakin profesional, terlindungi, berdaya saing global, dan bermartabat di mata dunia. Demikian disampaikan Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta saat memimpin Apel Pelaut Perikanan Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026, Kamis (25/6), di depan Kapal Latih KM. Madidihang 03, Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jakarta Utara. Peringatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaut yang telah menjadi penggerak konektivitas, perdagangan, ketahanan pangan, dan perekonomian dunia.

 

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelaut Indonesia, khususnya para pelaut perikanan, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan bagi bangsa dan negara,” ungkap Nyoman.

 

Menurutnya, peringatan Hari Pelaut Sedunia ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen dalam meningkatkan kualitas, pelindungan, dan kesejahteraan pelaut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan SDM maritim yang profesional, kompeten, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pendidikan dan pelatihan, memperluas akses sertifikasi kompetensi, serta meningkatkan pelindungan ketenagakerjaan guna mewujudkan pelaut Indonesia yang unggul dan bermartabat.

 

Dalam konteks pembangunan maritim Indonesia, lanjut Nyoman, pelaut perikanan memiliki peran yang sangat strategis. Mereka bukan hanya pekerja di atas kapal, melainkan penjaga ketahanan pangan dan penyedia sumber protein bagi jutaan masyarakat.

 

“Karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pelaut perikanan sebagai Pahlawan Protein Bangsa dan Pahlawan Devisa Negara. Di tengah tantangan cuaca, gelombang, dan risiko pekerjaan yang tidak ringan, para pelaut perikanan terus menjalankan tugas dengan penuh dedikasi untuk memastikan hasil perikanan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perekonomian nasional,” tegasnya.

 

Namun di era global saat ini, menurut Nyoman, ketangguhan saja tidak cukup. Pelaut Perikanan Indonesia harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional. Untuk itu, peningkatan kualitas SDM menjadi sangat penting, termasuk melalui penerapan STCW-F 1995 (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel) sebagai standar kompetensi pelaut perikanan yang diakui secara internasional.

 

“Melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi, pelaut perikanan Indonesia diharapkan memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar global, mampu bekerja secara profesional, serta menjunjung tinggi budaya keselamatan kerja. Karena pada akhirnya, peningkatan kompetensi bukan hanya soal daya saing, tetapi juga investasi untuk keselamatan setiap pelaut,” ujarnya.

Selain kompetensi, aspek pelindungan dan kesejahteraan awak kapal perikanan juga menjadi perhatian utama pemerintah. Nyoman menekankan bahwa pelaut perikanan sebagai pekerja profesional berhak atas lingkungan kerja yang aman, perlakuan yang adil, perlindungan sosial, dan penghormatan terhadap hak-haknya. Semangat tersebut sejalan dengan berbagai instrumen internasional, termasuk ILO Convention No. 188 concerning Work in Fishing, yang menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja sektor perikanan.

 

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan sektor perikanan, termasuk melalui penguatan regulasi, pengawasan, dan koordinasi lintas sektor untuk mencegah eksploitasi tenaga kerja dan memastikan kondisi kerja yang aman, layak, dan bermartabat.

 

Di tengah tantangan perubahan iklim, perkembangan teknologi, tuntutan pasar global, dan ancaman Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing, Nyoman menegaskan bahwa pelaut perikanan masa depan dituntut tidak hanya terampil, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, memahami prinsip keberlanjutan, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan. Peran tersebut selaras dengan kebijakan Ekonomi Biru yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

 

Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, BPPSDM KP berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pengembangan karakter pelaut perikanan melalui satuan pendidikan vokasi, balai pelatihan, dan berbagai program peningkatan kapasitas.

 

Pada kesempatan itu, Nyoman juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan perikanan yang lebih baik. Mulai dari pelaku usaha, pemilik kapal, lembaga pendidikan, hingga para pelaut itu sendiri.

“Teruslah menjadi pelaut perikanan Indonesia yang profesional, kompeten, berintegritas, terlindungi, berdaya saing global, dan bermartabat di mata dunia. Jadilah duta bangsa di lautan dunia, penjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus penjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia untuk generasi mendatang. Laut yang maju membutuhkan pelaut yang unggul. Dan pelaut yang unggul hanya lahir dari pendidikan yang berkualitas, pelindungan yang kuat, serta kesempatan yang adil untuk berkembang,” pesannya.

 

Nyoman juga menegaskan, BPPSDM KP akan terus hadir mendampingi, mendidik, melatih, dan menyiapkan pelaut perikanan Indonesia agar semakin profesional, terlindungi, serta mampu memperoleh pengakuan di tingkat global.

 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, SDM yang berkualitas merupakan salah satu kunci dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, BPPSDM KP berperan besar dalam menghasilkan SDM yang unggul bagi pembangunan kelautan dan perikanan.(MNA)

 

HUMAS BPPSDM

Sumber:

Humas BPPSDM

Logo Logo
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat

Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293

Email: humas.kkp@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Media Sosial

Pengunjung

1 2
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia