Omega-3 pada Ikan, Benarkah Memicu Peradangan?

Kamis, 30 Juli 2026


Belakangan ini, klaim bahwa omega-3 pada ikan dapat memicu peradangan ramai beredar di media sosial. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa omega-3, terutama EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) yang banyak terdapat pada ikan, justru berperan dalam membantu mengendalikan respons peradangan dalam tubuh.

EPA dan DHA merupakan jenis asam lemak omega-3 yang memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Keduanya berperan dalam membantu mengatur proses inflamasi dan menjaga keseimbangan respons peradangan. Karena itu, ikan menjadi salah satu sumber pangan yang penting untuk memenuhi kebutuhan omega-3 dalam pola makan sehari-hari.

Perlu dipahami bahwa peradangan merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi cedera atau ancaman tertentu. Namun, peradangan yang berlangsung secara berlebihan atau terus-menerus dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Dalam hal ini, asupan omega-3 dari ikan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang yang mendukung pengelolaan respons peradangan tubuh.

Dengan demikian, anggapan bahwa omega-3 pada ikan secara umum dapat memicu peradangan tidak dapat disimpulkan begitu saja. Justru, kandungan EPA dan DHA pada ikan diketahui memiliki peran dalam membantu mengendalikan respons peradangan. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi kesehatan yang beredar di media sosial dan mengutamakan informasi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.

Sumber:

Admin BPPMHKP KKP

Logo Logo
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan

JL. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat

Telp. (021) 3519070 EXT. 7433 – Fax. (021) 3864293

Email: humas.kkp@kkp.go.id

Call Center KKP: 141

Media Sosial

Pengunjung

1 2
© Copyright 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia