m-MAIL KKP

Info Media

KKP Kembangkan Pelabuhan Perikanan
21/03/2013 - Kategori : Info Media
KKP Kembangkan Pelabuhan Perikanan

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan fasilitas di seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia KKP memilih lima lokasi yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, PPS Bitung, PPS Bungus, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon, dan PPN Pelabuhanratu, sebagai proyek percontohan pembangunan fasilitas pelabuhan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Gellwynn Jusuf mengatakan, program peningkatan fasilitas pelabuhan tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.

"Upaya peningkatan kesejahteraan nelayan terus kami lakukan melalui banyak program, salah satunya dengan penambahan fasilitas pelabuhan,"kata Gellwynn kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Menurut dia, program tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2012 dan memiliki keunggulan yaitu tuna, tongkol dan cakalang (TTC). Dengan demikian perlu penambahan fasilitas di pelabuhan guna lebih meningkatkan produksi perikanan nasional khususnya pada komoditas tersebut.

Program unggulan TTC dipilih karena Indonesia merupakan negara produsen tuna dan memiliki fishing ground di zona ekonomi ekslusif Indonesia (ZEEI) dan di perairan teritorial antara lain di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 572, 573, 714, 716, dan 717. Tuna (termasuk tuna, tongkol dan cakalang) merupakan komoditas utama penyumbang devisa penting negara dan memiliki nilai ekspor signifikan.  Selain itu, juga merupakan komoditas highly migratory species yang pengelolaannya secara bersama-sama dalam RFMO.

"Industrialisasi perikanan tuna sangat penting dalam penyerapan tenaga kerja, mendukung pasokan industri domestik dan memperkuat pasar internasional, "kata Gellwynn.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk mendukung operasional pelabuhan perikanan terdapat beberapa strategi penguatan sistem dan manajemen pendaratan ikan. Diantaranya, mengembangkan usaha perikanan tangkap terpadu sebagai pendaratan ikan di pelabuhan perikanan. Selain itu, menerapkan dan mengembangkan sertifikat hasil tangkapan ikan (SHTI) di pelabuhan perikanan, melaksanakan sistem manajemen mutu dan keamanan hasil perikanan, melaksanakan inspeksi pembongkaran ikan dan mengimplementasikan sistem logistik ikan nasional.

Dia mengatakan, pihaknya menerapkan strategi penguatan sistem dan manajemen pelabuhan perikanan.


Sumber: SUARA KARYA Tanggal 21 Maret 2013 Hal.7 

Tulisan Terkait