m-MAIL KKP

Agenda

SAMBUTAN MKP PADA ACARA UPACARA BENDERA PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-67 17 AGUSTUS 2012
15/08/2012 - Kategori : Agenda
SAMBUTAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN
PADA ACARA UPACARA BENDERA
PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-67
17 AGUSTUS 2012
________________________________________

Yang terhormat, 
1. Para Pejabat Eselon I dan II Lingkup KKP;
2. Para Pejabat Eselon III dan IV Lingkup KKP;
3. Seluruh staf pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan;
4. Para tamu undangan;

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi dan salam sejahtera 

      Alhamdulillah, pada hari ini Allah SWT masih memberikan begitu banyak nikmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-67 yang kita cintai ini. HUT Kemerdekaan RI yang kita peringati pada 17 Agustus 2012 ini, menjadi lebih istimewa lagi karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, dimana umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia sedang melaksanakan ibadah puasa. Suatu kondisi yang sama dengan yang terjadi 67 tahun lalu, saat Presiden Sukarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan bertepatan pula dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah. 
      Memang dalam konsep Islam, berpuasa bukan berarti berdiam diri tanpa melakukan apa-apa, melainkan sebuah momentum untuk melipatgandakan seluruh usaha dan bekerja dalam bingkai ibadah kepada Tuhan YME. Maka sudah selayaknya dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-67 ini, kita isi dengan penuh kesungguhan dan kerja keras demi kemajuan bersama serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang makmur, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Hadirin yang saya muliakan

      Pada kesempatan ini saya juga mengajak para hadirin untuk mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsa yang telah mendahului kita, dimana mereka telah berjuang mempertaruhkan harta, jiwa dan raga mereka demi satu kata “Kemerdekaan” negara yang mereka cintai. Mereka menyadari bahwa “Kemerdekaan” bukan hanya sebuah kata, melainkan sebuah simbol kebebasan untuk bersikap, baik sebagai individu maupun sebagai sebuah bangsa. Oleh karena  itu, mari kita mendoakan para pahlawan kita agar senantiasa diampuni oleh Tuhan YME dan diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Kepada kita semua yang masih hidup, semoga Tuhan mengkaruniakan kepada kita taufik, hidayah dan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan dalam melanjutkan cita-cita proklamasi. 
      Kemerdekaan sejatinya dapat membawa rakyatnya kepada kondisi yang adil dan sejahtera. Pasal ke-5 dalam Pancasila sebagai dasar negara kita telah mengamanatkan untuk memberikan keadilan sosial kepada seluruh rakyat Indonesia. Adil tidak hanya dari segi hukum, melainkan juga dari segi ekonomi. Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama saat ini dan dimasa yang akan datang. Salah satunya adalah dengan meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan agar dapat dirasakan oleh seluruh Rakyat Indonesia. 

Hadirin yang terhormat, 

      Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 mengamanatkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.  Laut dan perikanan adalah bagian dari sumberdaya alam yang harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia, potensi sumberdaya laut kita begitu besar, karena Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2, dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia sepanjang 95.000 km, serta dikelilingi 17.480 pulau. Sebanyak 70 persen luas wilayah Indonesia merupakan wilayah perairan, sehingga sumber daya alam yang terkandung di dalamnya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat, bahkan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi bangsa ini di masa yang akan datang.
      Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki kebijakan untuk merubah paradigma pembangunan dari berbasis pada daratan, menuju berbasis kelautan yang disebut dengan Ekonomi Biru (Blue Economy).  Sudah saatnya Indonesia sebagai negara bahari, bangkit secara ekonomi dengan memanfaatkan sumberdaya alam dari sektor kelautan dan perikanan untuk mensejahteraan rakyat Indonesia. Konsep Ekonomi Biru tersebut tentu harus tetap memperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan daya dukung lingkungan sehingga dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Demi merealisasikan amanat Pancasila dan UUD 1945, pembangunan berbasis Ekonomi Biru akan bersinergi dengan pelaksanaan Triple Track Strategy, yaitu Program Pro-Poor (Pengentasan Kemiskinan), Pro-Growth (Pertumbuhan), Pro-Job (Penyerapan Tenaga Kerja) dan Pro-Environment (Melestarikan Lingkungan), sehingga diharapkan dapat menjaga pemerataan hasil-hasil pembangunan untuk seluruh rakyat Indonesia. 
      Pemerintah senantiasa berupaya untuk mendukung dan memajukan masyarakat kelautan dan perikanan yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan pembudidaya ikan melalui program-program kerja dan bantuan yang dikeluarkan kepada masyarakat. Tugas kita adalah bekerja keras untuk mengawal realisasi dari program-program tersebut agar target dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Saat ini, kita dituntut untuk berpikir kreatif serta melakukan terobosan dan strategi baru dalam merevitalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dibidang kelautan dan perikanan. melalui perikanan tangkap dan budidaya, wisata bahari, pertambangan, transportasi laut, dan pengembangan jasa kelautan lainnya. Dengan begitu, misi kita untuk mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan di Indonesia, diharapkan dapat tercapai sesuai dengan target yang diharapkan.

Hadirin yang terhormat, 

      Sehubungan dengan hal itu, dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI yang amat bermakna ini, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, baik di pusat maupun di daerah untuk bekerja dengan giat dan mendayagunakan seluruh potensi yang ada,  sebagai pengabdian kita dalam mengisi kemerdekaan, sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing. Perlu saya sampaikan bahwa saat ini, Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-67 tidak hanya kita lakukan di STP Jakarta, melainkan juga di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Semoga hal tersebut dapat menumbuhkan semangat kebangsaan kita dan menjadi salah satu bentuk upaya nyata dalam mengisi kemerdekaan dengan mencintai bahari Indonesia. 

Hadirin yang terhormat, 

      Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada putra-putri terbaik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah berhasil membuktikan pengabdiannya kepada negara dengan mempersembahkan hasil penemuan yang tentu saja dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, sehingga pantas untuk mendapatkan penganugerahan tanda kehormatan dari negara, diantaranya :
1. Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya oleh Presiden RI pada tanggal 13 Agustus 2012 kepada Prof. Dr. Endang Sri Heruwati dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan; 
2. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Ir. Zafran, M.Sc dan Agus Cahyadi, S.Pi, M.Si yang keduanya berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, serta 
3. Penganugerahan tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 536 Pegawai KKP yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

      Semoga hal ini dapat menjadi motivasi dan teladan bagi pegawai KKP lainnya untuk melakukan hasil karya terbaiknya.
 
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga apa yang kita upayakan dalam mengisi kemerdekaan ini, mendapatkan berkah dan petunjuk dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
 
Sekian dan terima kasih,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
Jakarta,      Agustus  2012

                 Menteri Kelautan dan Perikanan                   


     Sharif C. Sutardjo

Tulisan Terkait