m-MAIL KKP

Info Media

Gelombang Tinggi Nelayan Panen Ikan
13/12/2011 - Kategori : Info Media
Gelombang Tinggi Nelayan Panen Ikan

Di tengah imbauan BMKG agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi, nelayan tetap melaut. Mereka beralasan tangkapan ikan cukup melimpah.

Ardi Teristi Hardi

DALAM sepekan ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan waspada gelombang tinggi. Namun, para nelayan tetap melaut karena di saat gelombang tinggi, perolehan ikan melimpah.

Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi di pantai selatan. "Saat ini kecepatan angin mencapai 30 kilometer per jam dengan ketinggian geiombang sekitar 2,5 meter," kata Tony Agus Wijaya, Kasi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG, kemarin.

Tingginya gelombang disebabkan perbedaan tekanan udara di darat dan laut.

Gelombang tinggi itu temya-ta masih dianggap wajar olehnelayan untuk melaut. Menurut mereka, gelombang cukup tinggi bila sudah mencapai 3 meter lebih.

Mugari, nelayan asal Kabupaten Bantul, menganggap gelombang tersebut masih wajar "Tinggi gelombang 2 meter sampai 3 meter di pantai selatan masih wajar. Kami masih melaut dan tangkapan pun masih bagus," kata Mugari yang memiliki organisasi nelayan beranggotakan 50 orang.

Ancaman gelombang tinggi juga terjadi di Kalimantan Tengah. Dalam sepekan ini BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya telah mengeluarkan imbauan kepada warga yang berada di pesisir pantai bagian selatan seperti Kabupaten Seruyan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Sukamara untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 2 meter.

Perkiraan gelombang tinggi disebabkan kencangnya anginbarat dan dampak gerhana bulan.

"Masyarakat pinggiran pantai bagian selatan akan menemui gelombang tinggi dalam sepekan. Diperkirakan gelombang tinggi akan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB hingga menjelang malam," kata Kepala BMKG Tjilik Riwut, Hidayat.

BMKC setempat memprediksi bahwa dalam sepekan ini gelombang di Laut jawa bisa mencapai 3 meter lebih. "Para nelayan yang melaut ataupun pelayaran yang melintasi per-.iir.in Laut Jawa lebih berhati-hati dalam sepekan ini."

Panen ikan

Sebaliknya, ratusan nelayan di kebumen, Jawa Tengah, menikmati panen ikan. Dalam beberapa hari ini para nelayan cukup mudah mendapatkan bawal dan layur di Samudra Hindia.

Sadun, 45, nelayan dari Desa Pasir, Kecamatan Ayah, mengungkapkan selama ini ikan bawal dan layur susah dicari seiring dengan datangnya angin barat.

"Namun, sekarang ikan bawal dan layur muncul lagi.

Cuaca sangat mendukung, tidak hujan, angin tidak kencang, dan gelombang tidak tinggi. Nelayan bisa mendapatkan hasil panen," ungkap Sadun.

Selain bawal dan layur, lanjut Sadun, nelayan juga mendapatkan ikan pari sehingga menambah penghasilan nelayan. Panen kali ini terbilang menguntungkan karena harga bawal saat ini cukup tinggi, Rp20 ribu hingga Rp. 110 ribu per kg. Harga ikan pari Rp.10 ribu per kg, dan ikan layur Rp. 12 ribu per kg.

Nelayan lainnya, Karwan, 43, menambahkan, dalam sekali melaut, penghasilan nelayan rata-rata bisa di atas Rp3 juta.

Dari pengamatan BMKG Stasiun Cilacap, saat ini cuaca di Samudra Hindia wilayah Cilacap dan Kebumen sangat kondusif untuk melaut. "Da-l.im beberapa hari diperkirakan gelombang akan tinggi karena ada pergerakan iklim tropis Alenga ke arah tenggara dari barat daya Sumatra," kata pengamat cuaca BMKG Cilacap Mas Pudjiono. (SS/LD/7N-3)ardi@mediaindonesia.com
 
 
Sumber : Media Indonesia 13 Desember 2011,hal. 8

Tulisan Terkait