m-MAIL KKP

Info Media

KPDT EXPO (KABUPATEN LOMBOK TIMUR 29 SEPTEMBER- 02 OKTOBER 2011)
20/09/2011 - Kategori : Info Media

KPDT EXPO (KABUPATEN LOMBOK TIMUR 29 SEPTEMBER- 02 OKTOBER 2011)

Mengangkat Mutiara Terpendam Daerah Tertinggal

Di balik predikat tertinggal, kabupaten-kabupaten yang tergolongmemiliki kondisi kualitas sumber daya manusia relatif rendah, indekspembangunan manusia (IPM) rendah dengan keterbatasan prasaranadan sarana komunikasi, transportasi, air bersih, irigasi, kesehatan,pendidikan, dan pelayanan lain, tersimpan mutiara-mutiaraterpendam yang diharapkan mampu membangkitkankesejahteraan masyarakat.

Mutiara-mutiara tersebut adalah potensi yang dimiliki di beberapa daerah tertinggal yang belum digali dan diberdayakan. Misalnya di Lombok Utara yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Lombok Barat berdasarkan UU no. 26 Tahun 2008, Kabupaten Lombok Utara pascapemekaran, nyaris tidak memiliki sarana dan prasarana sosial ekonomi yang memadai seperti pasar, puskemas, dan fasilitas pendidikan, karena semua fasilitas tersebut setelah pemekaran, secara geografis terletak di wilayah Lombok Barat. Namun, bila dilihat dari potensi wisata. Lombok Utara memiliki potensi wisata yang luar biasa, yang diharapkan akan mampu mendongkrak kegiatan sosial ekonomi masyarakatsetempat, yakni Gili Tra-wangan, yang sudah menjadi daerah tujuan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.lilin lagi di Maluku, daerah dengan kondisi geografis kepulauan ini menjadikan laut yang menghampar luas sebagai ladang untuk menanam rumput laut. Rumput laut dengan produk turunannya, kini menjadi napas baru bagi kehidupan ekonomi warga setempat. Demikian juga di Nusa Tenggara Timur

(NTT), misalnya, selain pertanian, perkebunan dan peternakan, sektor kelautan juga merupakan potensi andalan ekonomi daerah. Beberapa potensi perikanan yang dimiliki yakni, potensi perikanan tangkap, potensi perikanan budi daya laut, budi daya air dan budi daya air tawar. Selain itu, NTT juga memiliki obyek pariwisata, yaitu obyek wisata alam, obyek wisata budaya dan obyek wisata bahari.

Berkaitan dengan kawasan wisata bahari, di Raja Ampat Provinsi Papua sungguh memiliki potensi yang menakjubkan. Wisata bahari Raja

Ampat merupakan kawasan wisata bahari terbaik di Indonesia Raja Ampat bisa menjadi pilihan utama wisata bahari di Indonesia dibandingkan kawasan wisata bahari lainnya karena memiliki hamparan trumbu karang yang cukup baik. Kawasan l a j a m Ampatjuga. memili-ki pan- 1 ora ni .idan I kera-gaman i-kosis-t e m yangcukup banyak.

Ddaerah lainya, seperti di Sulawesi Barat juga banyak "mu-t i a r a - m u t i a r a terpendam". Provinsi ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bervariasi mulai dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan sampai perkebunan. Di sektor peternakan, misalnya, potensi yangbisa dikembangkan adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Sedangkan sektor perkebunan, provunsi ini penghasil kakao dan jambu mete.

Sedangkan di Madura, yang beberapa kabupatennya masih tertinggal juga memiliki banyak potensi. Kini Pemprov Jawa Timur menjadikan Madura sebagai sentra sapi. Sapi Madura sebagai salah satu sapi lokal Indonesia yang mempunyai potensi sangat besar untuk dikembangkan. Hal ini karena keungulan yang1 dimiliki oleh sapi Madura berupa daya tahan tinggiterhadap stres dan penyakit, tingkat kesuburan tinggi, kemampuan adaptasi tinggi terhadap kualitas pakan yang rendah, serta kebutuhan pakan yang lebih sedikit dibanding sapi impor.

Selain potensi peternakan sapi, di Madura juga bisa dikembangkan sebagai pusat garam nasional. Peluang ini bisa dikembangkan mengingat sampai saat ini kita masih impor garam, padahal potensi garam di Madura sangat besar. Dari 2,4 juta ton kebutuhan garam nasional, saat ini baru tercukupi sebesar 1,4 juta ton. Dari angka ini, sum-bangandari gara Madura mencapai 600 ribu ton.

Sementara itu di Provinsi NTB.1 selain menggalak-kan program "Bumi Sejuta Sapi" (NTB-BSS). daerah ini juga memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang cukup tinggi. Untuk mengembangkan potensi tersebut. Provinsi NTB membagi wilayahnya menjadi tiga wilayah pengembangan . yaitu Pulau 1-ombok. dengan prioritas pada pe-ngembangan budidaya laut dan perikanan air tawar, budidaya air payau (tambak), penangkapan perairan u mu ra; Pulan

Sumbawa Bagian Barat prioritas pada pengembangan budidaya air payau. budidaya laut, penangkapan, perairan umum dan budidaya air tawar dan Pulau Sumbawa Bagian Timur dengan prioritas pada pengembangan penangkapan, budidaya air payau, budidaya laut, perairan umum, dan budidaya air tawar.

"Saya memiliki keyakinan bahwa dengan pendekatan pembangunan melalui pendekatan ekonomidan intervensi langsung pemerintah melalui pilar pn-.C7T7II7/). projob, pro-pour, J.m prenvirontuent, akan makin mendorong percepatan pembangunan daerah-daerah tertinggal. Kondisi IPM daerah tertinggal akan meningkat, begitu juga dengan kondisi sarana dan prasarana dasar." kata Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Heliny Faishal Zaini.

Sehubungan dengan itu. sesuai dengan tupoksi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). yang antara lain melakukan fungsi-fungsi koordinasi, akan terus digalakkan. Sesuai dengan arahan Presiden, perlu kerja keras dan meninggalkan pola pikir busint-ss as usual Dalam konteks itu maka salah satu kebijakan yang sekarang sedang dan akan dilakukan dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal adalah program Bedah Desa dan Prukab (Pro-duk Unggulan Kabupaten). Salah satu kegiatan tetap dalam rangka mem-p r omosikan produk u n g -gulan kabupaten (Prukab). KPDT memiliki event yang digelar setiap tahun yakni KPDT EXPO y a n g tahun ini akan diselenggarakan di Kabupaten Umbok Timur. Provinsi Nusa

Tenggara Barat akhir bulan Septemberini.(adv)

Sumber: IndoPos,20September2011, Hal.10

Tulisan Terkait