m-MAIL KKP

Info Media

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
11/09/2011 - Kategori : Info Media
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir


Sumber daya alam dan sumber daya manusia di Wakatobi bukan lagi menjadi sekadar potensi.

Inovasi kantong rumput laut berkarbon karya Agus Cahyadi menjadi bukti untuk menghasilkan produk teknologi tepat guna itu tak selalu butuh dana riset hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, peneliti dari Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan mengawali riset dengan menggunakan dana pribadi dengan segala risiko kegagalannya karena metode yang dikembangkan benar-benar baru.

Bagi Agus yang terpenting tercipta dulu produk teknologi itu secara nyata, bukan sekadar coretan konsep di atas lembaran kertas. "Perkara alat bisa diaplikasikan sesuai harapan atau tidak, itu perkara nanti," kata pria yang juga pernah mengembangkan pancing gurita elektronik in

Metode riset yang dilakukan Agus tersebut memang dalam kenyataanya tidak langsung menghasilkan produk teknologi jadi. Ia masih harus terus melakukan pro-ses penyempurnaan dari sesuatu yang dianggapnya menjadi kelemahan dari produknya.

Sebagai contoh, kantong pelindung rumput laut awalnya hanya jaring satu muka, lalu dikembangkan menjadi dua lapis jaring. Nah, selama proses penyempurnaan produknya itu ia bisa mencari seponsor. Setelah produk teknologi itu benar-benar dapat memberikan nilai tambah bagi yang membutuhkannya akan dilepas di pasaran.

Dipasarkan

Tahun depan, Agus berencana melepaskan kantong berkarbon im ke pasaran. Proses produksi alat tersebut diharapkan dapat melibatkan masyarakat di sekitar tempat budidaya rumput laut. "Sayatidak ingin memonopoli proses produksi kantong rumput laut berkarbon ini, sebab ada bagian-bagian alat yang bisa diproduksiskala rumahan oleh masyarakat di sekitar tempat budidaya rumput laut," cetus Agus.

Agus mengharapkan adu ske-ma kerjasama bisnis lewat dana ventura. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun usaha kecil dan menengah (UKM) untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar tempat budidaya rumput laut. Dari UKM tersebut, ada yang khusus membuat kerangka kantong, bahan perekat karbon, sampai peraki-t annya.

Skema kerjasama bisnis tersebut sejalan dengan Gerakan Nasional Masyarakat Mina-politan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, rabun ini. Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas, dan akselerasi dengan safanm masyarakat kurang mampu.

Dengan demikian, sumber daya alam dan sumber daya manusia di Wakatobi bukan lagi menjadi sekadar potensi. Semuanya bisa termanfaatkan secara optimal sehingga produksi rumput laut asal Waktobi bisa terdongkrak. Ujung-ujungnya, pangsa pasar rumput laut, baik di dalam maupun luar negeri bisa tergarap dengan baik.

Gagasan Agus yang sederhana tapi bisa menyerap suatu kebutuhan yang besar tersebut mengantarkan invensinya masuk dalam buku 103 Inovasi lndone-sia 201 1 Dengan adanya pengembangan teknologi ini, persoalan hilir sekitar budidaya rumput laut sudah dapat dipecahkan dan memperbaiki teknologi yang sudah sekilan lama tidak berkembang hampir 40 tahun lamainya. Kini status paten kantong rumput laut berkarbon ini telah didaftarkan ke direktorat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

agung wredho

Sumber: KoranJakarta,13September2011,Hal 5

Tulisan Terkait