m-MAIL KKP

Info Media

Sanitasi dan Higienitas Kurang, Histamin Tinggi
04/08/2011 - Kategori : Info Media
Sanitasi dan Higienitas Kurang, Histamin Tinggi

JAKARTA, KOMPAS - Sanitasi dan higienitas penanganan yang kurang baik meningkatkan kadar histamin ikan tuna yang dapat merugikan kesehatan konsumen. Ini yang menimbulkan penolakan ekspor tuna oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Sanitasi dan higienitas yang kurang baik, misalnya selama pendinginan ikan tuna terkontaminasi dengan air yang mengandung bakteri. Bisa pula kontaminasi terjadi selama proses pengangkutan dari kapal ke industri pengemasan untuk ekspor," kata pengajar dan peneliti pada Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Wini Trilaksani, Selasa (2/8) di Bogor.

Menurut Wini, Food and Drugs Administration (FDA) AS, menetapkan standar pendinginan dan ambang batas histamin berbeda dengan Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF) Uni Eropa FDA menetapkan suhu maksimum pendinginan ikan tuna 4,4 derajat celsius dengan ambang batas histamin 50 bagianper sejuta (ppm).

RASFF menetapkan standar suhu pendinginan 0-1 derajat celsius dengan ambang batas histamin 100 ppm. Tahun 2007. menurut Uni Eropa, ada 22 kasus penolakan ikan tuna dari Indonesia karena kadar histaminnya melampaui ambang batas. FDA Amerika Serikat pada tahun yang sama melaporkan tujuh kasus.

"Histamin merupakan degradasi asam amino yang menimbulkan alergi gatal bagi yang mengonsumsinya," kata WinL

Riset dimulai Januari 2011. Beberapa mahasiswa terlibat dalam pengujian histamin ikan tuna. Menurut seorang mahasiswa. Sherly, ikan tuna sirip kuning yang menjadi salah satu contoh diambil di Muara Baru, Jakarta, hasil penangkapan nelayan di Samudra Hindia.

Menurut Sherly, sebenarnya dari segi teknis standar pendinginan, suhu maksimum yang ditetapkan FDA AS dapat memenuhi standar histamin yang ditetapkan Uni Eropa, yaitu di bawah 100 ppm. Namun, kenyataannya, histamin lebih dari itu. (NAW)
Kompas 04 August 2011 hal.13

Tulisan Terkait