m-MAIL KKP

Info Media

Probiotik Petrofish Harapan Baru Petambak Tanah Air
11/05/2011 - Kategori : Info Media
Probiotik Petrofish Harapan Baru Petambak Tanah Air

INOVASI produk di bidang perikanan Indonesia saat ini mengarah ke sektor perikanan tambak karena potensinya yang relatif besar.

Berdasarkan data BPS pada 2009, luas lahan budi daya perikanan tambak nasional sebesar 613.175 hektare, yang tersebar di 32 provinsi.

Berdasarkan data luas lahan tersebut, lima provinsi potensial dengan luas tambak terbesar adalah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Melihat pentingnya upaya peningkatan produktivitas hasil tambak untuk mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar pada 2015, PT Petrokimia Gresik telah melakukan penelitian dan pengembangan produk inovasi berupa probiotik untuk ikan dan udang, dengan merek dagang Petrofish," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, dalam sambutannya di acara panen uji coba penggunaan probiotik Petrofish pada ikan dan udang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Hidayat, penggunaan probiotik merupakan langkah alternatif, yang ramah lingkungan, untuk memperbaiki lingkungan tambak. Pasalnya, probiotik terbuat dari bahan alami, sekaligus dapat memenuhi persyaratan pasar internasional yang sangat ketat terhadappembatasan antibiotik pada komoditas ikan dan udang.

Probiotik Petrofish mengandung beberapa mikroba yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ikan, udang, dan lingkungan tambak sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan ikan dan udang.

Beberapa jenis mikroba yang bermanfaat tersebut antara lain Laclobacilhis plantarum, Nitrosonwnas europnea, Bacillus snbtilis, dan Bacillus apiariiis.

Banyak Manfaat

Produk probiotik Petrofish ini telahmendapatkan nomor registrasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan nomor D 1103158 BBC, yang dikeluarkan pada Maret 2011.

Secara teknis, menurut dia, penggunaan probiotik Petrofish pada ikan dan udang dapat memberikan banyak manfaat, antara lain dapat memperbaiki mikroflora dalam pencernaan ikan dan udang sehingga dapat meningkatkan penyerapan makanan.

Selain itu, probiotik ini dapat memperkaya mikroflora yang bermanfaat pada air tambak untuk mengurangi bakteri yang merugikan atau patogen, memperbaiki lingkungan tumbuh ikan dan udang, memacu pertumbuhan dan mengurangi tingkat kematian sehingga dapat meningkatkan hasil ikan dan udang, serta dapat memperbanyak jumlah pakan alami dalam tambak.

Uji coba penggunaan probiotik Petrofish pada ikan dan udang yang dilaksanakan di Desa Kramat, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu, menurut Hidayat, bertujuan untuk memberikan contoh pengenalan dan manfaat yang diperoleh dari penggunaan probiotik Petrofish pada ikan dan udang di subsektor tambak.

"Dosis Petrofish per hektare yang digunakan dalam uji coba ini sebanyak 12 liter, dengan aplikasi 2 liter per hektare sebelum tebar benih, serta 1 liter per hektare setiap 1-2 minggu sampai dengan 1 minggu sebelum panen," jelas Hidayat.

Berdasarkan hasil pengamatan tingkat pertumbuhan udang vannamei pada musim tebar Februari-Mei 2011 di lokasi uji coba tersebut, estimasi hasil panen udang vannamei dapat mencapai 400 kg, sedangkan produksi petambak, tanpa menggunakan Petrofish, hanya sekitar 250 kg. Jadi, ada selisih peningkatan hasil sebesar 150 kg. Penggunaan Petrofish menghasilkan pertumbuhan udang yang lebih besar sehingga harga jual dapat mencapai Rp37 ribu per kilogram, sedangkan yang tidak menggunakan Petrofish ukurannya lebih kecil dan harga jualnya hanya Rp24 ribu per kilogram.

Secara keseluruhan, penggunaan Petrofish menghasilkan pendapatan sebesar Rpl4,8 juta per 1,2 hektare, atau lebih tinggi Rp8,8 juta jika dibandingkan dengan tambak sekitar, yang tidak menggunakan Petrofish.

Hingga April 2011 terdapat empat lokasi uji coba aplikasi Petrofish di Kabupaten Gresik yang tersebar di Kecamatan Duduk Sampeyan, Kecamatan Bungah, Kecamatan Dukun, dan Kecamatan Si-dayu. (S-25)
 
 
Sumber : Media Indonesia 11 Mei 2011,hal.11

Tulisan Terkait