m-MAIL KKP

Info Media

Sri Lanka Siap bangun Pelabuhan
04/02/2011 - Kategori : Info Media

Sri Lanka Siap Bangun Pelabuhan

JAKARTA- Sri Lanka negara penuh gejolak ternyata menampung lebih 400 kapal ikan Indonesia setiap tahun. kapal-kapal itu memilih membongkar ikan hasil tangkapan dari perairan Indonesia di Sri lanka karena lebih dekat. "Kapal- kapal ikan kita menangkap ikan di perairan Indonesia tetapi meilih bongkardi SriLanka keran lebih dekat. Biayalebih murah dan efisiensi waktu," kata Fadel Muhammad, menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta, awal pekan ini.

Menurut Fadel, Penangkapan dan pembokaran kapal itu legal. karena itu kedua negara sepakat menyempurnakan kerja sama dengan rencana membangun pelabuhan khusus bagi kapal ikan Indonesia. bahkan, kata Fadel, pemerintah negara itu sudah meminta Indonesia berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan di Sri Lanka. "Mereka undang kita investasi disana, dan beberapa pemodal kita jjustru berminat," kata Fadel.

pekan lalu, Fadel beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Sri Lanka, India dan Maladewa. Di Sri Lanka Fadel emggelar pertemuan dengan menteri peikanan dan sumberdaya  perairan Sri Lanka Rajitha Sarantne.

Dirjen perikanan Budidaya Ketut Sugama, mengatakan Sri Lanka  memilki potensi budidaya laut yang besar. Karena itu, selain mengajak investasi, meraka juga meminta Indonesia bekerja sama dalam mengola sumber daya perikanan di Samudra Hindia.

Fadel menambahkan, selain Sri Lanka, Maladewa, negara dengan banyak pulau kecil juga mengajak kerja sama. kedua negar itu, kata Fadel membutuhkan bantuan benih ikan antara lain bandeng dan kerapu.

"Merka juga meminta bantuan transfer teknologi ikan hias untuk jenis nemo serta udang laut,"katanya.

Sebagai tindak lanjut kerja sama dua negara aka dibahas dan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepaham pertengahan tahun ini.

Wisata Bahari

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga mengajak pemerintah Republik Maladewa untuk mengembangkan wisat bahari atau maritim ecorowism di Tanah Air. Wisata bahari akan dikembangkan di pulau-pulau kecil. Maladewa dinilai berhasil mengembangkan wisata bahari dengan mengandaklkan keberadaan gugus pulau-pulau kecil di negara itu. "hampir satu juta turis pertahun datang ke Maladewa. Ke depan, kita inggin meniru mereka," kata Fadel.

menurut Fadel, pengembangan pulau-pulau kecil di Indonesia bisa meniru Maladewa yakni dengan menyewa pulau ke pengelola. pengelola pulau-pulau kecil dipastikan adalah investor yang berminat membenamkan investasi di sektor wisara dalam jangka waktu tertentu.

"Jadi pulaunya kita sewa. investor boleh menanamkan investasi untuk jangka waktu yang di sepakati dengan pemerintah," papar Fadel. Di Maladewa, satu pulau bisa menghabiskan dan investasi kurang lebih Rp. 150 hingga Rp. 200 juta.

Dirjen Kelutan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil KKP Sudirman Saad mengatakan, pihaknya telah menandatangani naskah kerja sama dengan Menteri Pariwisata Maldewa untuk pengembangan wisata bahari.

Menurut dia, Indonesia meiliki gugus-gugus pulau yang potensial untuk di kembangkan sebagai kawasan wisata bahari seperti kepulauan Anambas di Riau, Rajaampat Papua maupun Wakatobi Sulawesi Tenggara.

" Yang bagus adalah di dekat Singapura karen bisa memanfaatkan infrastruktur di negara itu," katanya.

Selain terkait pengembangan pulau kecil. Maladewa juga berminat mengembangkan perikanan budidaya.

Khusus untuk budidaya,negar kecil itu harus belajar dari Indonesia. Maladewa sangat berminat pada usaha budidaya tuna jenis long line.

 Sumber : Investor Daily 4 Februari 2011 hal 8

Tulisan Terkait