m-MAIL KKP

Info Media

Indonesia Utamakan Isu Kelautan
07/08/2010 - Kategori : Info Media
Indonesia Utamakan Isu Kelautan

Jakarta - Delegasi Indonesia (Delri) pada pertemuan lanjutan mengenai perubahan iklim di Bonn, Jerman, terus mengutamakan isu kelautan masuk ke dalam teks perundingan. "Sebagai negara kepulauan yang wilayahnya didominasi oleh perairan. Indonesia melihat urgensi dimasukkannya dimensi kelautan dalam rezim perubahan iklim. Isu ini masih diperdebatkan dan Delri bersama negara lainnya akan terus mengupayakan hal ini," ujar Penasehat Senior Delri yang juga Dubes RI di Berlin, Eddy Pratomo, Kamis (5/8).

Salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia adalah eratnya keterkaitan antara dampak perubahan iklim terhadap masyarakat pesisir dan ekosistem kelautan. Di lain pihak, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) masih menganggap pemerintah masih tak menghiraukan kesejahteraan nelayan, terutama terkait isu perubahan iklim. Terbukti dengan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) baru-baru ini.

Abdul Halim, Koordinator Program Kiara, mengatakan bahwa naiknya TDL jelas mengimpit keluarga nelayan. "Kesukaran melaut akibat persoalan iklim mengubah frekuensi melaut nelayan menjadi hanya 160-180 hari per tahun, telah memberi dampak terhadap kebutuhan nelayan. Ironisnya, ongkos produksi melaut malah menjulang tinggi seiring naiknya TDL," ujar Halim, pada kesempatan berbeda.

Program untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terhadap kelautan di Indonesia juga disinyalir tak memenuhi harapan. Terbukti dengan rusaknya 68 persen kondisi mangrove di pesisir Indonesia. Padahal mangrove merupakan kawasan penting pemijahan dan asuhan bagi ikan, udang, dan kerang, yang memberi arti penting bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Sementara itu, WWF Indonesia mengklaim dampak perubahan iklim pada kelautan terbukti nyata. Dalam dokumentasi fotografi yang disebarkan pada kegiatan Sail Banda 2010, WWF mengklaim terjadi pemutihan karang pada beberapa titik terumbu karang di Indonesia, terutama pada daerah Sabang, Aceh, Padang. Kepulauan Seribu Jakarta, Bali, dan daerah segitiga terumbu karang di timur Indonesia.

"Pemutihan karang yang terus menyebar ini merupakan alarm bahaya yang akan menyebabkan makin tak sehatnya lautan. Dampak besarnya bisa berimbas pada stok makanan laut dan menyebabkan turunnya pemasukan untuk nelayan dan penduduk pesisir," kata Richard Leck, Pemimpin Strategi terhadap Perubahan Iklim WWF

(sulung prasetyo)
 
 
 
Sumber :  Sinar Harapan 06 Agustus 2010,hal. 8

Tulisan Terkait