Siaran Pers

HARI NUSANTARA BANGKITKAN SEMANGAT, WAWASAN DAN BUDAYA BAHARI
17/12/2012 - Kategori : Siaran Pers

No. B. 173/PDSI/HM.310/XII/2012
Siaran Pers 

 

HARI NUSANTARA BANGKITKAN SEMANGAT, WAWASAN DAN BUDAYA BAHARI

Peringatan Hari Nusantara pada tahun 2012, dijadikan sebagai motivator dan semangat baru bagi pemerintah dan segenap komponen masyarakat untuk terus menerus membangkitkan semangat, wawasan dan budaya bahari. Potensi ekonomi laut Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 trilliun dollar AS per tahun atau setara dengan 10 kali budget nasional 2012. Beranjak dari data tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggulirkan kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan dan mengelola potensi kelautan secara berkelanjutan. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo ketika memperingati Hari Nusantara Nasional‘ 2012 di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (16/12).

Lebih lanjut menteri mengatakan, semangat yang terkandung di dalam Hari Nusantara menjadi momentum yang sangat tepat untuk menggelorakan kembali semangat bahari bangsa Indonesia sehingga pada akhirnya bangsa Indonesia mampu memanfaatkan potensi sumberdaya lautnya untuk kesejahteraan bangsa. Kebijakan tersebut, didasarkan pada konsep Blue Economy yang dalam implementasinya sangat memerlukan SDM yang berkualitas dan memiliki wawasan dan budaya bahari serta didukung oleh penguasaan IPTEK kelautan yang memadai. “Harmonisasi industrialisasi kelautan dan perikanan dengan paradigma Blue Economy perlu ditopang oleh kualitas sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat mengelola dan memanfaatkan potensi sumberdaya kelautan sebagai pilar utama pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang maju, kuat, dan mandiri,” sambungnya.

Momentum puncak peringatan HARNUS  kali ini akan dilaksanakan di Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan Hari Nusantara disemarakkan oleh berbagai kegiatan yang telah diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan budaya bahari. Kegiatan itu a.l. , seperti seminar-seminar bidang kelautan, festival olahraga bahari, pelayaran Lintas Nusantara, bakti sosial di pulau-pulau kecil terluar, bersih pantai, berbagai macam lomba-lomba seperti lomba masak serba ikan tingkat nasional, Indonesia Maritime &  Fisheries Expo, Sosialisasi UNCLOS ’82, Gowes Nusantara, pemberian Tanda Kehormatan dan penghargaan oleh beberapa kementerian kepada orang yang berjasa pada bidang kelautan dan Pameran Nusantara Expo yang melibatkan K/L, BUMN, BUMD dan pelaku usaha lainnya.

 

Penghargaan Adibakti Mina Bahari

Tak ketinggalan, dalam rangkaian kegiatan Hari Nusantara tersebut, turut pula diselenggarakan ajang Adibakti Mina Bagari. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan penghargaan Adibakti Mina Bahari (AMB)  2012 kepada 74 penerima penghargaan yang terbagi dalam 27 kategori. “Penghargaan Adibakti Mina Bahari merupakan bentuk apresiasi  KKP atas peran serta aktif, serta kepedulian para pemangku kepentingan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan” sambungnya.  

Sharif menuturkan, ajang ini juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya keterpaduan visi dan misi antara pembina dengan para pemangku kepentingan, sehingga dapat meningkatkan peran masing-masing dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat namun tetap memperhatikan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan. Penghargaan Adibakti Mina Bahari kali ini telah ditetapkan melalui keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.43/MEN/2012  tertanggal 3 Desember 2012 tentang ‘Penetapan Penerima Penghargaan Adibakti Mina Bahari Tahun 2012’.

Adapun ke-27 kategori dalam penghargaan tersebut diantaranya, unit pelayanan teknis berprestasi, wirausaha perikanan tangkap teladan, kelompok usaha bersama (KUB) perikanan tangkap teladan, pangkalan pendaratan ikan (PPI) teladan, perusahaan perikanan tangkap terpadu teladan dan asosiasi perikanan tangkap teladan, unit pengolahan ikan skala besar dengan cara pengolahan ikan yang baik, kapal pengawas berprestasi, Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) teladan bidang pelestarian sumber daya perairan, POKMASWAS teladan bidang penangkapan ikan, pengawas perikanan teladan. Untuk kategori pemimpin daerah yang telah berperan aktif dan berhasil dalam pengembangan kawasan perikanan budidaya, ditasbihkanlah Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Di kategori nelayan teladan diberikan kepada Bustan asal Kab. Bone Sulawesi Selatan. Ia dinilai berhasil dalam memberikan kontribusi  bagi masyarakat dan atas usaha dalam mengelola kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan. Dalam kategori pembudidaya/pelaku usaha, dinobatkanlah Mimin Hermawan sebagai penggagas penggunaan plastik mulsa di tambak udang intensif. Dengan sistem yang murah dan tepat guna itu, pertumbuhan udang bisa meningkat tajam, bahkan tingkat hidup udang bisa mencapai 85 persen.  Lebih lanjut, untuk kategori tokoh penggerak pembangunan perikanan tangkap teladan disematkan kepada Daeng Daming. Daeng dinilai telah berkontribusi dalam membina nelayan mitra dan keluarga dengan melaksanakan pertemuan setiap bulan, dan tetap menyampaikan kepada nelayan agar kelestarian laut terus dijaga dengan tidak menangkap ikan dengan bom dan racun maupun alat yang dilarang.  Di  kategori penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan terbagi menjadi 3 sub kategori yakni , peneliti terbaik, peneliti pelopor, penelitian terbaik. Sub kategori peneliti terbaik jatuh kepada Jamal Basmal yang berhasil membuat inovasi berupa papan partikel dengan bahan dasar limbah padat pengolahan rumput laut dan proses pembuatannya. Di sisi lain ia tengah merancang alat pengolahan rumput laut multi sistem sebagai penghasil agar, alginat, & karagenan baik kualitas: industrial grade, food grade dan pharmaceutical grade, skala menengah dan industri besar. Untuk peneliti pelopor ditasbihkan Sofyan Ilyas (Almarhum) sebagai pelopor dibidang pasca panen. Terakhir untuk peneliti terbaik dipegang oleh Sari Budi Maria Sembiring karena mampu mengaplikasikan gen penyandi tumbuh cepat pada benih dan induk kerapu sunu (Plectropomus leopardus). Akhirnya, juara umum AMB kali ini dinobatkan kepada Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu upaya KKP, dalam memacu kompetensi usaha dan kualitas sumber daya nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, masyarakat pengawas, dan masyarakat pesisir. Sejalan dengan itu, KKP memprioritaskan perlindungan usaha dan kesempatan berusaha bagi masyarakat kelautan dan perikanan. Sehubungan dengan itu, KKP terus berupaya mendorong berbagai inovasi dan kebijakan yang pro rakyat.  Sejak 2011, KKP telah melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan yang merupakan bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Kegiatan pro rakyat tersebut yakni PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan, yang terdiri dari Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Tercatat, stimulus bantuan sosial telah direalisasikan sebesar Rp 408,23 miliar . Bantuan langsung masyarakat itu telah disalurkan kepada 5.312 kelompok, dengan tujuan untuk meningkatkan kewirausahaan dan kemadirian kelompok sasaran. Seiring dengan itu, pada 2012 kegiatan PNPM Mandiri KP terus dilanjutkan, dengan alokasi anggaran yang lebih besar dan jangkauan kelompok penerima yang lebih banyak. Ditargetkan pada tahun ini, sebanyak 9.800 kelompok menerima bantuan dengan alokasi dana sebesar Rp 783,52 miliar, termasuk di 16 kab/kota lokasi Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDT). Berkaca dari data tersebut maka terdapat peningkatan jumlah kelompok penerima bantuan sebesar 84,49 persen, atau peningkatan alokasi anggaran bantuan sosial langsung pada masyarakat sebesar 91,93 persen dari  2011.“Upaya ini diharapkan turut mengurangi angka kemiskinan di sentra-sentra perikanan,” jelasnya.

 

Jakarta, 16 Desember 2012
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi

 

Indra Sakti, SE, MM

Narasumber:

1.     Deddy H. Sutisna

Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (08113307510

2.     Indra Sakti, SE, MM

      Kepala Pusdatin (HP. 0818159705)

 

--

Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133


 

Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?