Siaran Pers

PELUANG BISNIS SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN TERBUKA LUAS
06/11/2012 - Kategori : Siaran Pers

No. B.  147/PDSI/HM.310/XI/2012

Siaran Pers                                                           

PELUANG BISNIS SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN TERBUKA LUAS

Indonesia adalah negara kepulauan dimana 75 persen wilayahnya berupa laut dengan lebih dari 17 ribu pulau, serta panjang garis pantai mencapai 95.181 km. Potensi ini menunjukan sektor kelautan dan perikanan dengan segenap potensinya memiliki peluang menjadi tulang punggung pembangunan bangsa ini. Sektor kelautan dan perikanan selama ini memang menjadi salah satu sektor yang potensial dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Betapa tidak, pada sektor ini terkandung sumber daya hayati berlimpah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kenyataan ini sudah barang tentu, sektor kelautan dan perikanan merupakan bidang usaha dan sekaligus peluang bisnis yang sangat menjanjikan di negeri ini.

Menyadari potensi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memajukan bidang kelautan dan perikanan dalam berbagai aspek usaha. Salah satunya yang kini terus didorong KKP adalah tumbuhnya jiwa wirausahawan yang terampil di sektor kelautan dan perikanan. Sejalan dengan program tersebut, pada tanggal 6-7 November 2012, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan program Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

Kegiatan Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu bentuk peran aktif KKP dalam mendukung rencana aksi nasional penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas angkatan kerja. Utamanya dalam upaya peningkatan keterampilan dan kapasitas angkatan kerja serta penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kewirausahaan. Pada kegiatan ini, KKP memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk dapat mengikuti pelatihan singkat dan unjuk kerja bidang kelautan dan perikanan serta dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka memfasilitasi keinginan menjadi seorang wirausaha baru. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, pada pembukaan Gelar Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan.

Sharif menegaskan, di sektor kelautan dan perikanan, KKP tetap berupaya dapat berkontribusi secara maksimal pada penyerapan tenaga kerja. Terutama untuk mengurangi angka pengangguran karena bertambahnya kesempatan kerja di sektor ini di tahun-tahun mendatang. Salah satu program untuk mendukung upaya tersebut KKP telah menyiapkan konsepsi Ekonomi Biru guna merealisasikan keterpaduan antara pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan dan pendekatan bisnis yang berkelanjutan. Upaya KKP ini memang sangat diperlukan, mengingat tahun 2013 diprediksikan jumlah angkatan kerja akan bertambah sebanyak 2,04 juta orang, sehingga menjadi 121,43 juta orang. Kesempatan kerja bertambah sebanyak 2,93 juta orang, sehingga menjadi 115,30 juta orang. Tambahan jumlah angkatan kerja harus dikendalikan baik dari sisi jumlah maupun kualitas agar tidak berpotensi menjadi penganggur. “Untuk dapat mejawab proyeksi tersebut, diperlukan kerja keras dan kemitraan dari seluruh pihak, baik instansi pemerintah
pusat dan daerah, serta swasta,” ujar Sharif.

 

Peran Masyarakat

Sharif menegaskan, sampai saat ini KKP terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas SDM kelautan dan perikanan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat. Salah satunya dengan menyelenggarakan Gelar Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Program ini dikhususkan bagi masyarakat yang mencari sumber mata pencaharian di bidang kelautan dan perikanan.  “Mereka bisa memilih di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan,dan berbagai mata pencaharian yang berkaitan dengan kegiatan bisnis pendukung kelautan dan perikanan.” tambahnya. Dijelaskan, kemitraan pemerintah dengan kalangan industri dan dunia usaha lainnya untuk mendukung peningkatan keterampilan kerja, pada akhirnya dapat membentuk keunggulan sumberdaya manusia Indonesia.  Salah satu contoh kemitraan yang baik adalah penyelenggaraan pelatihan di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat bisa terjun langsung berlatih bersama dengan para pelaku utama dan pelaku usaha di tempat usahanya. Hal ini juga sekaligus menunjukkan kerja sama yang cukup baik antara KKP dengan kalangan industri dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM. Terbukti pada tahun 2008 tercatat jumlah peserta pelatihan hanya 2.000 orang, maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 12.000 orang, dengan mekanisme kerja sama serta percepatan melalui P2MKP meningkat menjadi 24.000 orang.

Pada Gelar Pelatihan tahun 2012 ini, P2MKP mengambil peran dalam mengisi 30 jenis pelatihan di sektor kelautan dan perikanan dengan kapasitas peserta sebanyak 4.000 orang. Jenis pelatihan tersebut antara lain pelatihan pengolahan produk KP, pelatihan di bidang perikanan budidaya, pelatihan di bidang Kerajinan, pelatihan mesin sarana produksi pakan, pelatihan refrigerasi, pelatihan pemandu wisata, dan pelatihan meyelam. Gelar Pelatihan yang mempunyai tema “Sinergi Pelatihan Nasional untuk Penciptaan Wirausaha Baru Kelautan dan Perikanan” ini mempunyai berbagai tujuan yang diharapkan. Tujuannya yaitu sebagai ajang unjuk kerja pelatihan kelautan dan perikanan, sebagai ajang unjuk produk hasil pelatihan kelautan dan perikanan, sebagai ajang pengembangan wirausaha di bidang kelautan dan perikanan, sebagai wadah penyebar luasan informasi pelatihan di bidang kelautan dan perikanan, mensinergikan pengembangan SDM dengan stakeholder terkait, sebagai ajang tukar pengalaman antara pelaku utama perikanan dengan masyarakat luas, dan sebagai Forum Komunikasi dan Koordinasi Pelatihan Tingkat Nasional.

 

Tidak Dipungut Biaya

Ditegaskan, Kegiatan Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan tidak dipungut biaya dan terbuka bagi masyarakat umum. Waktu pelaksanaannya pukul 09.00–17.00 WIB. Berbagai rangkaian acara antara lain unjuk produk hasil pelatihan berupa pameran produk yang akan diikuti 50 P2MKP dengan menampilkan lebih dari 100 jenis produk.Ada pula unjuk informasi dan diorama pelatihan kelautan dan perikanan, yang menampilkan stakeholder dari perusahaan dengan program CSR nya. LSM atau Non Goverment Organisation (NGO) bidang konservasi perairan, serta berbagai institusi yang memiliki peran strategis membangun wirausaha di masyarakat, juga terlibat di acara ini. Begitu juga. para stakeholder terkait merupakan mitra kerjasama utama dalam membangun kapasitas SDM kelautan dan perikanan. Selain itu ada Rakornas Pelatihan KP yang merupakan ajang komunikasi dan koordinasi yang melibatkan 150 P2MKP dari seluruh Indonesia. serta Temu Bisnis yang merupakan ajang tukar pengalaman antara masyarakat dengan para pelaku usaha sukses.

Sharif berharap, melalui event Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikananini diharapkan masyarakat luas dapat memperoleh gambaran dan informasi mengenai berbagai kegiatan di bidang kelautan dan perikanan. Terutama  sektor yang dapat dijadikan lapangan usaha dan profesi yang sangat menjanjikan untuk menjadi sumber mata pencaharian bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Diharapkan pula melalui event ini dapat terlahir wirausahawan-wirausahawan terampil yang siap memajukan sektor ini dan mendukung industrialisasi kelautan dan perikanan. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat mendukung rencana Aksi Nasional Perluasan Penciptaan Kesempatan Kerja dan Peningkatan Keterampilan Pekerja. Untuk itu, dalam hal ini, KKP mendukung pilar-pilar Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terutama dalam peningkatan keterampilan dan kapasitas angkatan kerja, melalui paket-paket pelatihan yang diadakan pada Gelar Pelatihan Nasional KP, serta pengembangan UMKM sehingga menciptakan wirausaha baru.

 

Jakarta, 6 Nopember  2012

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi

Indra Sakti, SE, MM

 

Narasumber:

1.    Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D., FRINA

Kepala Badan Pengembangan SDMKP (HP. 08111991920)

2.    Indra Sakti, SE, MM

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (HP.0818159705)

 

--

Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133

Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.139.240