Visi, Misi, Grand Strategy dan Sasaran Strategis KKP

VISI, MISI TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS
16/10/2012 - Kategori : Visi, Misi, Grand Strategy dan Sasaran Strategis KKP

VISI, MISI TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS

Pembangunan kelautan dan perikana yang telah dilaksanakan selama ini telah membawa hasil yang cukup menggembirakan. Perubahan tatanan global serta nasional yang berkembang dinamis menuntut percepatan pembangunan kelautan dan perikanan nasional secara nyata untuk mampu menyesuaikan dan memenuhi tantangan lingkungan strategis yang bergerak cepat tersebut.

Munculnya paradigma untuk menjadikan pembangunan berbasis sumberdaya kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak pembangunan nasional, tercermin dalam keputusan politik nasional, sebagaimana terimplementasi dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional yang salah satu misinya menyatakan: Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Untuk itu perlu pelaksanaan konsep blue economy dalam pemanfaat dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan melalui pengembangan berbagai inovasi yang berorientasi pada pelestarian sumber daya untuk memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Pengembangan blue economy tersebut diharapkan dapat menciptakan dayasaing yang lebih tinggi melalui inovasi dan efisiensi yang berkelanjutan, melakukan pembangunan tanpa merusak lingkungan, menciptakan berbagai industri baru di bidang kelautan dan perikanan,serta menciptakan lapangan kerja. Upaya pengembangan blue economy perlu pula diiringi upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berwawasan kelautan dan perikanan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta disertai upayauntuk mengelola wilayah laut nasional secara terintegrasi.

Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.45 Tahun 2009 telah mengamanatkan bahwa tujuan pengelolaan perikanan adalah untuk (1) meningkatkan taraf hidup nelayan kecil dan pembudidaya-ikan kecil, (2) meningkatkan penerimaan dan devisa negara, (3) mendorong perluasan kesempatan kerja, (4) meningkatkan ketersediaan dan konsumsi sumber protein ikan, (5) mengoptimalkan pengelolaan sumber daya ikan, (6) meningkatkan produktivitas, mutu, nilai tambah, dan daya saing, (7) meningkatkan ketersediaan bahan bakuuntuk industri pengolahan ikan, (8) mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan dan, (9) menjamin kelestarian sumber daya ikan, lahan pembudidayaan ikan dan tata ruang.

Udang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mengamanatkan bahwa tujuan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah (1) melindungi, mengoservasi, merehabilitasi, memanfaatkan, dan memperkaya sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil serta sistem ekologisnya secara berkelanjutan, (2) menciptakan keharmonisan dan sinergi antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil, (3) memperkuat peran serta masyarakat dan lembaga pemerintah serta mendorong inisiatif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil agar tercapai keadilan, keseimbangan, dan berkelanjutan, dan, (4) meningkatkan nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat melalui peran serta masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil.

Mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan pembangunan kelautan dan perikanan sejak tahun 2010 sampai tahun 2012, diperlukan langkah-langkah terobosan yang bukan merupakan upaya terpisah dari kebijakan lain atau kebijakan sebelumnya, tetapi merupakan upaya terintegrasi yang saling memperkuat dalam rangka percepatan pembangunan kelautan dan periakan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikana. Untuk itu, KKP akan mengembangkan industrialisasi kelautan dan perikana yang akan dimulai sejak tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melalui industrialisasi, para pelaku usaha perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan diharapkan dapat meningkatkan produtivitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern dan teritegrasi dari hulu sampai ke hilir. Dengan demikian, indusrialisasi perikana diharapkan mampu mengokohkan struktur usaha perikana nasional, yang membawa multiplier effect sebagai prime mover prekonomian nasional.

Diasmping itu, KKP mulai tahun 2012 akan melaksanakan beberapa kebijakan baru yakni Program Peningkatan Kehidupan Nelayan yang merupakan dari Masterplan Percepatan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dan pengembangan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 3 Koridor Ekonomi yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan.

Sehubungan dengan hal tersebut, visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2010-2014 yang telahditetapkan sebelumnya dilakukan penyesuaian dan ditetapkan sebagai berikut:

A.    VISI
       Visi pembangunan kelautan dan perikanan adalah pembangunan kelautan dan perikanan yang Berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

B.    MISI
       Untuk mewujudkan visi pembangunan kelautan dan perikanan tersebut, maka misi yang diemban adalah:
  1. Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
  2. Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.
  3. Memelihara Daya Dukung dan Kualitas Lingkungan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
C.    TUJUAN
       Tujuan pembangunan kelautan dan perikanan adalah:
  1. Meningkatkan Produksi dan Produksivitas Usaha Kelautan dan Perikanan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan:
    • Meningkatkan peran sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional;
    • Meningkatkan kapasitas sentra-sentra produksi kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan;
    • Meningkatkan pendapatan.
  2. Berkembangnya Diversifikasi dan Pangsa Pasar Produk Hasil Kelautan dan Perikanan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan:
    • Meningkatkan ketersediaan hasil kelautan dan perikanan;
    • Meningkatkan branding produk perikanan dan market share di pasar luar negeri;
    • Meningkatkan mutu dan keamanan produk perikanan sesuai standar.
  3. Terwujudnya Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan. Pencapaian tujuan ini ditandai dengan:
    • Terwujudnya pengelolaan konservasi kawasan secara berkelanjutan;
    • Meningkatnya nilai ekonomi pulau-pulau kecil;
    • Meningkatnya luas wilayah perairan Indonesia yang diawasi oleh aparatur pengawas Kementrian Kelautan dan Perikanan.
D.    SASARAN STRATEGIS
       Sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan berdasarkan tujuan yang akan dicapai adalah:
  1. Meningkatnya peranan sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya persentase pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan.
  2. Meningkatnya kapasitas sentra-sentra produksi kelautan dan perikanan yang memiliki komoditas unggulan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya produksi perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan garam rakyat.
  3. Meningkatnya pendapatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya Nilai Tukar Nelayan/Pembudidayaan Ikan.
  4. Meningkatnya ketersediaan hasil kelautan dan perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya konsumsi ikan per kapita.
  5. Meningkatnya branding produk perikanan dan produk perikanan dan market share di pasar luar negeri. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah meningkatnya nilai ekspor hasil perikanan.
  6. Meningkatnya mutu dan keamanan produk perikanan sesuai standar. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah menurunnya jumlah kasus penolakan ekspor hasil perikanan per negara mitra.
  7. Terwujudnya pengelolaan konservasi kawasan secara berkelanjutan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah tugas Kawasan Konservasi Perairan yang dikelola secara berkelanjutan.
  8. Meningkatnya nilai ekonomi pulau-pulau kecil. Indikator nKinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah jumlah pulau-pulau kecil, termasuk pulau-pulau kecil terluar yang dikelola.
  9. Meningkatnya luas wilayah perairan Indonesia yang diawasi oleh aparatur pengawas Kementrian Kelautan dan Perikanan. Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran trategis ini adalah persentase wilayah perairan bebas illegal fishing dan kegiatan yang merusak SDKP.

Ada 3 Komentar

Benyamin M
E Center Lantai FF M2 no. 1 Lippo Supermal Karawaci | ex Vice President PT. Toyo Fishing Industry Company
5 Desember 2014 02:41
Salam Hormat Untuk Yth Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti

bersama ini saya ingin menyampaikan sedikit analisa mengenai dunia perikanan tangkap Indonesia .. yaitu sebagai berikut :

1. Peningkatan Kualitas SDM pelaku-pelaku dunia perikanan sangat diperlukan dan sudah dijabarkan dengan tepat dalam Visi, Misi dan Tujuan
2. Gebrakan Ibu Menteri moratorium kapal-kapal ex asing dan menghalau Illegal Fishing sudah sangat tepat dan merupakan langkah berani
3. Sambil memberikan kesempatan ekosistem kelautan Indonesia mengalami pemulihan

Namun ada satu hal yang menurut saya sangat penting dan belum tersentuh oleh Republik ini sejak puluhan tahun, hal tersebut adalah

INDONESIA MULAI MEMBANGUN DAN MEMILIKI KAPAL-KAPAL IKAN BERBOBOT 500 GT KE ATAS

Hal ini sangat krusial, inilah yang menyebabkan Kapal-kapal asing melihat peluang dan menjarah laut Indonesia selama ini ..

Kapal - kapal ikan di Indonesia yang berukuran 60 GT ke atas rata rata dimiliki oleh perusahaan patungan dengan asing, sedangkan yang sungguh sungguh
dimiliki nelayan kita paling besar rata-rata 60 GT ... sangat menyedihkan mengingat Negara kita adalah Negara Maritim .....

inilah yang menyebabkan kekayaan laut kita tidak bias dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri ... contoh hasil tangkapan Udang dari Laut Arafuru yang
merupakan Udang dengan kualitas terbaik semua diekspor ke luar negeri .. rakyat kita hanya menikmati Udang pesisir dan tambak yang kualitasnya jauh
dibanding Udang dari laut Arafuru tsb.

KAPAL_KAPAL ASING BERUKURAN BESAR RIBUAN TON DENGAN GAGAH BEROPERASI WALAU CUACA BURUK(menurut kategori Nelayan kita)
Nelayan kita dengan kapal-kapal kecil waktu ombak 5 meter sudah tidak berani melaut .....sangat menyedihkan

INILAH SAAT YANG TEPAT UNTUK INDONESIA :

1. MEMBANGUN GALANGAN-GALANGAN KAPAL UNTUK KAPAL IKAN BERBOBOT 500 GT UP
mengingat saat ini hanya +/- 250 galangan kapal yang ada dan itupun focus pada kebutuhan PERTAMINA, PERHUBUNGAN, TNI DAN POLRI
2. MENYIAPKAN PAKET PERBANKAN UNTUK KEPEMILIKAN KAPAL IKAN BERBOBOT BESAR KEPADA KOPERASI ATAU KELOMPOK NELAYAN
3. MEMBUAT KAPAL-KAPAL IKAN BERBOBOT 500 GT UP
4. MENYIAPKAN TEHNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK APLIKASI DI KAPAL-KAPAL BESAR TERSEBUT

Demikian sebagian kecil dari KONSEP PLATFORM UNTUK KEMAJUAN KELAUTAN DAN PERIKANAN INDONESIA DALAM RANGKA MENJADI TUAN RUMAH ATAS NEGERI MARITIM
yang sangat kita cintai ini..

Salam Hormat dan Sejahtera

Benyamin M

(Untuk diskusi lebih lanjut mengenai Konsep dan platform kelautan dan perikanan yang terintegrasi di Indonesia dapat menghubungi
nomor 082122710752 ..pin BB 75E39233)
Benyamin M
E Center Lantai FF M2 no. 1 Lippo Supermal Karawaci | ex Vice President PT. Toyo Fishing Industry Company
14 Desember 2014 02:36
Salam Hormat untuk Yth, Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan serta seluruh staff

Melanjutkan paparan mengenai konsep dan penerapan untuk sector kelautan dan perikanan di Indonesia, pada kesempatan ini saya ingin memberi masukan sbb :

secara simultan sudah saatnya Indonesia sesuai dengan visi dan misi KKP yaitu membangun sentra - sentra produksi perikanan, maka pada setiap titik atau lokasi
yang memiliki infrastruktur dan fasilitas serta komunitas perikanan yang mapan atau cukup berkembang, Pemerintah bukan hanya membangun sentra-sentra produksi,
tetapi membangun KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN. paling tidak di 3 wilayah Indonesia , Sumatra, JAWA BALI dan SULAWESI masing-masing satu KAWASAN INDUSTRI

dimana kawasan industry ini akan menjadi pusat bisnis VALUE ADDED seperti di GENERAL SANTOZ Filipina

Lebih lanjut, setelah Sektor Perikanan Tangkap di kuasai Indonesia khususnya dengan Kapal-kapal penangkap berbobot besar dan adanya Kawasan2 Industri, maka

Sektor pembudidayaan juga sudah saat nya ditata dengan lebih maju dan modern.

Secara umum Hasil Laut komersil di Indonesia dapat dikategorikan ke dalam 4 bagian besar :

1. Hasil Laut Pesisir (ikan, udang, kepiting, kerang dsbnya)
2. Hasil Laut dengan kedalaman hingga 100 M (ikan, Udang dsbnya)
3. Hasil Laut dengan kedalaman lebih dari 100 M (Tuna, Hiu dsbnya)
4. Rumput laut

setiap kategori diatas sudah saatnya mulai dikembangkan pembudidayaan dengan lebih modern... contohnya Ikan Tuna

Ikan Tuna yang dibudidayakan dengan cara yang modern (at shore hatchery) akan menjadikan Indonesia Negara yang unggul dalam produksinya
secara khusus .. ikan Tuna jenis Bluefin apabila dapat dibudidayakan di Indonesia maka akan melengkapi jenis ikan tuna Indonesia
yang kebanyakan adalah Yellowfin dan Big eye.

Budidaya dimaksud adalah bukan hanya seperti Udang tambak, tetapi Budidaya yang dilakukan di pantai pulau2 di Indonesia
yang begitu bersih dan indah serta banyak sekali tersebar di wilayah Indonesia.

Demikian sekilas paparan mengenai konsep dan implementasi kelauatan dan perikanan di Indonesia dalam rangka menjadikan Indonesia
produsen hasil laut yang unggul di dunia namun juga dapat menjaga kelestarian alamnya

Salam Hormat

Benyamin M
bambang eko
Masyarakat Maritim Indonesia | Ketua Umum
15 Desember 2014 16:15
Dengan hormat
Kami sebagai masyarakat maritim , mengucapkan terimaksih atas kebijakan dan tindakan di dalam memberantas penangkapan ilegal dan penertiban terhadap pengguna laut secara umumnya, namun demikian bahwa kebijakan tersebut juga harus dibarengi dengan kebijakan yang mengarah pada perubahan cara berfikir kita didalam mengelola ataupun mengusahakan potensi kelautan yaitu dengan :
Merubah paradigma dalam memanfaatkan laut, MENJADI MENGELOLA LAUT.
Merubah Paradigma menangkap atau berburu menjadi paradigma BUDIDAYA, MENANAM dan MEMANEN
cara mengelola laut sesuai aturan dan rencana, yang dapat mendorong untuk memperbaiki atau mempertahankan kesinambungan (sustainable) kondisi sumberdaya laut, dengan memberikan ijin pengelolaan laut dengan luas wilayah tertentu kepada kelompok masyarakat melalui sebuah program pengelolaan, yaitu wilayah yang pengelolaannya diberikan ijin kepada satu kelompok pengelola yang disebut dengan Wilayah Laut Kelola Kelompok .
Diharapkan dengan adanya pengelolaan wilayah laut oleh masing2 kelompok dapat :
1).Membentuk SIKAP MENTAL dan POLA PIKIR Nelayan dalam pemanfaatan dan pengelolaan Laut ; 2). terbangun satu wilayah laut, dalam satu pertanggungjawaban pengelolaan; 3).terbangun spawning area, area konservasi dan area tangkapan; 4). Diatur masa panen dan pembatasannya;5). Wilayah laut menjadi terjaga dan terawat; 6). Merencanakan Produksi hasil tangkapan dan terkendali ;7). Meningkatkan dan mengembalikan kesuburan laut dan 8). meningkatkan peran serta masyarakat dalam sistemPertahanan dan keamanan wilayah laut.

Karena tanpa merubah paradikma berfikir tersebut maka semua apa yang dilakukan dan diprogramkan hanya akan menjadi kegiatan karitatif karena laut hanya akan jadi tempat berburu dan menangkap tanpa ada upaya-upaya mengembalikan produktifitasnya

Terimakasih
Bambang Eko (08118888793)

Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.150.734