Berita

BAHAS KETAHANAN PANGAN, SEKRETARIAT CTI - CFF GELAR PERTEMUAN
13/08/2012 - Kategori : Berita

BAHAS KETAHANAN PANGAN, SEKRETARIAT CTI-CFF GELAR PERTEMUAN

KKP NEWSII Sekretariat Regional Interim (SRI) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) akhir pekan ini menggelar pertemuan untuk membahas  isu pemantapan pencapaian ketahanan pangan (food security) di tingkat nasional maupun regional di Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas strategi dan upaya percepatan pencapaian sasaran program ketahanan pangan (food security). Adapun strategi tersebut, akan ditempuh melalui pembentukan CTI-CFF Business Council  yang akan disusun oleh Indonesia ujar Staf Ahli Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Bidang Ekososbud, Suseno Sukoyono.

Melalui pembentukan CTI-CFF Business Council, diharapkan dewan dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Chambers of Commerce) di masing-masing negara termasuk dengan berbagai asosiasi maupun organisasi pengusaha di bidang perikanan. “Business Council memiliki peran strategis untuk merangkul para pelaku usaha di bidang perikanan dengan menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan yang beriringan dengan paradigma “Ekonomi Biru” (Blue Economy),” jelasnya.

Pembangunan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dengan mengadopsi blue economy, menurut Suseno, tidak hanya bicara tentang pemanfaatan aktivitas ekonomi saja melainkan dengan menekankan keberlanjutan untuk mengatasi ketergantungan antara ekonomi dan ekosistem serta dampak negatif akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

Pertemuan ini dihadiri Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia selaku Ketua Dewan Menteri Negara-negara  CTI-CFF  serta delegasi dari negara-negara yang tergabung dalam CTI-CFF  meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Sementara, Indonesia mengirimkan delegasi yang dipimpin Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya (Ekososbud).

Disamping itu, pertemuan tersebut turut menyoroti berbagai kemajuan dari program CTI seperti perkembangan status pengesahan dokumen pembentukan Regional Sekretariat serta perencanaan pelaksanaan Pertemuan Pejabat Tinggi CTI-CFF ke delapan (SOM8) di Malaysia.

Rencananya pertemuan pejabat tinggi CTI-CCF akan berlangsung pada November 2012 di Malaysia. Selanjutnya, pertemuan antar delegasi CTI-CCF tersebut turut membahas rencana pelaksanaan Regional Business Forum (RBF) yang akan diselenggarakandi Indonesia pada Maret 2013 mendatang.

Suseno yang didapuk sebagai ketua harian menyatakan,  pemerintah tetap komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan di Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pembentukan  Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang akan diimplementasikan di Provinsi Maluku. Pasalnya, Provinsi Maluku terletak di kawasan segitiga karang. “Pengembangan LIN mencakup perkuatan sumberdaya manusia sebagai pelaku, menjamin stok, produksi, dan kelestarian ikan melalui penataan ruang laut (rencana zonasi) dan konservasi sumberdaya alam,” jelasnya.

Sebagai salah satu provinsi kepulauan, Maluku memiliki 976 pulau, dengan  171 pulau diantaranya merupakan pulau berpenghuni.  Maluku secara keseluruhan memiliki perairan seluas 658.294,69 km2 atau mencapai 92,4 persen, sebanyak 20 persen potensi perikanan tangkap Indonesia berada di wilayah ini. Berdasarkan hasil kajian, potensi
Perikanan di provinsi  ini mencapai 1,627 juta ton per tahun yang tersebar di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) meliputi, Laut Banda, Laut Maluku, Teluk Tomini dan Laut Seram, dan Laut Aru, Laut Arafura dan Laut Timor.


Narasumber:
Dr. Suseno Sukoyono
Staf Ahli Menteri KP Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya (HP.08111550025)

Sumber :
Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?