Info Daerah

BPPP AERTEMBAGA LAKSANAKAN P2MKP PERDANA DI P2MKP BUDI UTAMA 1
10/08/2012 - Kategori : Info Daerah

BPPP AERTEMBAGA LAKSANAKAN P2MKP PERDANA DI P2MKP BUDI UTAMA 1

Perikanan di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk diolah dan dikembangkan. Selama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Kementerian yang menangani langsung masalah-masalah kelautan dan perikanan, telah mengusahkan berbagai program di setiap aspek yang mendukung kemajuan dunia perikanan. Dibidang budidaya sendiri, lewat Balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah mengeluarkan program baru yaitu Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan atau yang disingakat dengan P2MKP.

Konsep program ini adalah memperdayakan para pelaku utama yang sudah mandiri, baik perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan status kelembagaan terhadap kemampuan dan keswadayaan pelaku utama dalam menyelenggarakan pelatihan yang ada, menjadi lembaga pelatihan yang lebih operasional dengan meningkatnya status dan peranannya bagi masyarakat. Selain itu juga dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelatihan di kawasan Minapolitan sebanyak 47.000 orang tahun 2011-2014 sementara UPT pelatihan yang ada 6 unit;  dan meningkatkan pencapaian target pelatihan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan target latih di P2MKP serta bentuk pembinaan bagi lembaga pelatihan kewirausahaan masyarakat di bidang kelautan dan perikanan.

Budi Utama 1 merupakansalah satu P2MKP di Pangkajene Kepulaun yang terpilih untuk melaksanakan pelatihan pertama kali oleh BPPP Aertembaga sebanyak 4 (empat angkatan).Kelompok ini adalah kelompok budidaya Perikanan maju yang telah ditetapkan oleh Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Jakarta sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Pertama berdiri pada tahun 1987 kelompok ini bergerak di bidang pertanian dan perikanan tambak dengan nama Kelompok Tani Tambak Budi Utama I. Tahun 2000 terjadi pemisahan kelompok antara kelompok yang bergerak dibidang pertanian dan kelompok yang bergerak dibidang perikanan (tambak) dengan diketuai oleh Ir. Syamsuddin.

Pelatihan P2MKP ini dilaksanakan untuk mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memperdayakan kelompok-kelompok mandiri guna mencapai target Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar.Pelatihan diawali dengan pengarahan dari Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga-Bitung, PolaPanjaitan, A.Pi, MM tentang kegiatan pelatihan di P2MKP dan harapan kedepan agar para pembudidaya dapat memanfaatkan keberadaan P2MKP ini sebagai wadah untuk menambah wawasan, pengetahuan sekaligus sebagai motivator untuk maju dan berkembang. Selesai pengarahan, pelatihan dilanjutkan dengan pemberian materi dan praktek oleh pengelola P2MKP.

Pelatihan Pembesaran Bandeng di P2MKP Budi Utama 1 di Kabupaten Pangkajene Kepulauan ini dilaksanakan sebanyak 4 (empat) angkatan, dimana setiap angkatan dilaksanakan selama 4 (empat) hari mulai dari tanggal 25 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 2012. Dalam proses pelaksanaannya ditemukan masih banyak kekurangan, walaupun demikian pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar. Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pangkep dan para penyuluh setempat. Hal ini jelas terlihat dengan hadirnya para penyuluh yang mendampingin para P2MKP dalam setiap pemberian materi.

Para peserta pelatihan sangat gembira dan antusias dalam menyambut gembira pelatihan semacam ini, karena selama ini mereka melakukan budidaya hanya berdasarkan pengetahuan yang minim. Dengan adanya pelatihan memalui P2MKP ini, mereka benar-benar merasa terbantu karena bukan hanya ilmu yang mereka peroleh, namun ada juga bantuan berupa alat untuk membantu pekerjaan mereka sehari-hari. Kedepan mereka mengharapkan adanya keberlanjutan program pendampingan sehingga apa yang mereka peroleh saat ini, bisa terus berkelanjutan.
 
Sumber : Humas BPPP Aertembaga
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?