Berita
KKP GANDENG CTC KEMBANGKAN PUSAT PELATIHAN KONSERVASI LAUT 06/08/2012 - Kategori : Berita
KKP GANDENG CTC KEMBANGKAN PUSAT PELATIHAN KONSERVASI LAUT
KKP News || Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Coral Triangle Center (CTC) melakukan penandatangan kesepakatan bersama dalam pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia yang memadai pengelolaan Kawasan Konservasi Laut. “Kehadiran CTC sebagai mitra strategis turut membantu pemerintah untuk meningkatkan kapasitas, pelatihan, penelitian sumber daya manusia bagi para pemangku kepentingan terkait,” jelas Sekretaris Jenderal KKP, Gellwynn Jusuf usai penandatangan di Kantor KKP, Jakarta, kemarin sore Jumat (3/8).
Adapun salah satu isi kesepakatan bersama meliputi, pendirian Pusat Keunggulan pelatihan (Center of Excellence). Pendirian pusat keunggulan tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengelola kawasan pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (Coral Triangle). Menurut Gellywnn, untuk menggapai Kawasan Konservasi Laut seluas 20 juta hektar, pemerintah membutuhkan campur tangan sektor swasta seperti CTC.
Disamping itu lanjutnya, kerjasama dengan CTC menandai dimulainya babak baru untuk memanfaatkan karya unggulan keilmuan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pencapaian kawasan konservasi perairan sebesar 20 juta hektar pada 2020. Sampai dengan pertengahan 2012, Indonesia sendiri telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,5 juta ha atau sebesar 77,5 persen. "pencapaian wilayah seluas 20 juta ha tersebut setidaknya membutuhkan sekitar 7.500 orang tenaga pengelola dan para pemangku kepentingan terkait", ujarnya.
Pusat Keunggulan (Center of Excellence) tersebut berdiri di Provinsi Bali. Pendirian pusat pelatihan tersebut bertujuan untuk mendukung kawasan konservasi laut di wilayah Indonesia seperti Nusa Penida, Banda, dan Wakatobi.Hal senada dilontarkan Direktur Eksekutif Coral Triangle Center, Safira Warili Hawari Djohani bahwa CTC juga tengah mengembangkan jejaring pembelajaran (learning network) di tingkat regional dan learning site di Nusa Penida sebagai lokasi percontohan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan. “Kami ingin membantu KKP dalam mengembangkan sumber daya manusia sehingga mereka akan mendapatkan ketrampilan yang tepat dalam mengelola sumber daya ikan di kawasan konservasi laut yang tergabung dalam CTI ,” sambungnya.
Di samping itu lanjutnya, pihaknya akan terus berupaya dalam mengembangkan kapasitas lokal , pegawai pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, di kawasan konservasi kelautan. Di samping itu lanjutnya, kerja sama ini merupakan komitmen CTC untuk membantu KKP menuju tercapainya kawasan konservasi laut seluas 20 juta ha pada 2020.
Menurutnya, pusat keunggulan tersebut akan memiliki berbagai program pelatihan di bidang perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam secara efektif. Program tersebut seperti , pelatihan, penyuluhan, serta dukungan atas kawasan khusus seperti Nusa Penida dan Banda dalam menyusun Zonasi ruang dalam upaya melindungi terumbu karang agar tidak rusak. “Pasalnya eknomi masyakat sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya ikan,” sambungnya.
Ia menambahkan, ada sebuah jejaring pembelajaran antara praktisi di bidang konservasi kelautan dari setiap negara masing-masing yang tergabung dalam CTI dalam mengelola secara berkelanjutan. Setiap tahunnya, ada sekitar 500 orang yang berasal dari enam negara yang tergabung dalam CTI tersebut untuk dilatih. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan konservasi kelautan ini seperti, LSM lokal, tokoh masyarakat.
Sejak berdirinya CTC 12 tahun silam, setidaknya lebih dari 100 sesi pelatihan telah dilakukan bersama mitra dari 2.000 praktisi regional.Ia mengungkapkan, selama ini terumbu karang terus menghadapi ancaman seperti , penangkpan ikan secara destruktif, penggunaan sianida, pencemaran, kegiatan turis yang tidak terkontrol sehingga dapat mengancam keberlangsungan kegiatan mata pencaharian masyarakat.
Sumber : Adapun salah satu isi kesepakatan bersama meliputi, pendirian Pusat Keunggulan pelatihan (Center of Excellence). Pendirian pusat keunggulan tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengelola kawasan pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (Coral Triangle). Menurut Gellywnn, untuk menggapai Kawasan Konservasi Laut seluas 20 juta hektar, pemerintah membutuhkan campur tangan sektor swasta seperti CTC.
Disamping itu lanjutnya, kerjasama dengan CTC menandai dimulainya babak baru untuk memanfaatkan karya unggulan keilmuan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pencapaian kawasan konservasi perairan sebesar 20 juta hektar pada 2020. Sampai dengan pertengahan 2012, Indonesia sendiri telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,5 juta ha atau sebesar 77,5 persen. "pencapaian wilayah seluas 20 juta ha tersebut setidaknya membutuhkan sekitar 7.500 orang tenaga pengelola dan para pemangku kepentingan terkait", ujarnya.
Pusat Keunggulan (Center of Excellence) tersebut berdiri di Provinsi Bali. Pendirian pusat pelatihan tersebut bertujuan untuk mendukung kawasan konservasi laut di wilayah Indonesia seperti Nusa Penida, Banda, dan Wakatobi.Hal senada dilontarkan Direktur Eksekutif Coral Triangle Center, Safira Warili Hawari Djohani bahwa CTC juga tengah mengembangkan jejaring pembelajaran (learning network) di tingkat regional dan learning site di Nusa Penida sebagai lokasi percontohan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan. “Kami ingin membantu KKP dalam mengembangkan sumber daya manusia sehingga mereka akan mendapatkan ketrampilan yang tepat dalam mengelola sumber daya ikan di kawasan konservasi laut yang tergabung dalam CTI ,” sambungnya.
Di samping itu lanjutnya, pihaknya akan terus berupaya dalam mengembangkan kapasitas lokal , pegawai pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, di kawasan konservasi kelautan. Di samping itu lanjutnya, kerja sama ini merupakan komitmen CTC untuk membantu KKP menuju tercapainya kawasan konservasi laut seluas 20 juta ha pada 2020.
Menurutnya, pusat keunggulan tersebut akan memiliki berbagai program pelatihan di bidang perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam secara efektif. Program tersebut seperti , pelatihan, penyuluhan, serta dukungan atas kawasan khusus seperti Nusa Penida dan Banda dalam menyusun Zonasi ruang dalam upaya melindungi terumbu karang agar tidak rusak. “Pasalnya eknomi masyakat sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya ikan,” sambungnya.
Ia menambahkan, ada sebuah jejaring pembelajaran antara praktisi di bidang konservasi kelautan dari setiap negara masing-masing yang tergabung dalam CTI dalam mengelola secara berkelanjutan. Setiap tahunnya, ada sekitar 500 orang yang berasal dari enam negara yang tergabung dalam CTI tersebut untuk dilatih. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan konservasi kelautan ini seperti, LSM lokal, tokoh masyarakat.
Sejak berdirinya CTC 12 tahun silam, setidaknya lebih dari 100 sesi pelatihan telah dilakukan bersama mitra dari 2.000 praktisi regional.Ia mengungkapkan, selama ini terumbu karang terus menghadapi ancaman seperti , penangkpan ikan secara destruktif, penggunaan sianida, pencemaran, kegiatan turis yang tidak terkontrol sehingga dapat mengancam keberlangsungan kegiatan mata pencaharian masyarakat.
Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133