Info Daerah
Satu wilayah satu produk (One Village One Product) 01/08/2012 - Kategori : Info Daerah
Sepenggal kalimat itu keluar dari mulut Pak Dimiati, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten yang terletak dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha, secara administrasi terdiri atas 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 desa. Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa.Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompo battang.Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ketimur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut.
Pelatihan Pengolahan Pasca Panen Rumput Laut bagi Pengolah yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Perikanan Aertembaga di Kab. Bantaeng Prov. Sulawesi Selatan pada tanggal 10 s. d. 15Juli 2012 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pengolah dalam mengolah pasca panen rumput laut.Berkaitan dengan kegiatan pelatihan, kurikulum pelatihan ini adalah berbasis kompetensi yang disusun berdasarkan hasil Analisa Kebutuhan Pelatihan (AKP) terhadap calon peserta pelatihan, dengan52Jam Pembelajaran (JP) yang terdiridari 30% teori dan 70% praktek.
Pemberian materi danpraktekdilakukan di Sentra PengolahanDinasPerikanandanKelautanKab. Bantaeng.Pada saat praktek peserta dibagi
menjadi 4 (empat) kelompok, masing – masing kelompok tersebut mempraktekkanpengolahanpascapanenrumputlautmenjadiproduk-produkolahan.
Adapun kegiatan praktek yang diberikan oleh pelatih yaitu membuat berbagai olahan dengan bahan baku rumput laut(Eucheumacottonis) seperti pudding, cendol, manisan, jus dan dodol.
Para pelatih berharap kedepan setelah mengikuti pelatihan ini para pengolah dapat memproduksi sendiri produk olahan rumput laut dengan kualitas dan keamanan pangan yang memenuhi syarat sehingga dapat menghasilkan nilai tambah untuk kehidupan sehari-hari seperti yang disampaikan oleh Trixa, selaku pelatih.
Pelatihan ditutup pada tanggal 15Juli 2012 oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Bantaeng Prov. Sulawesi Selatan Ir. Muh.Dimiati Nongpa, M.Pi. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada Balai Diklat Perikanan Aertembaga atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat pengolah di Kab.Bantaeng untuk mengenyam pelatihan semacam ini. Lebih lanjut beliau menyampaikan kepada para peserta bahwa Dinas mendukung sepenuhnya kegiatan pengembangan SDM untuk pengolah rumput laut pada khususnya, sehingga diharapkan peserta mempergunakan sebaik-baiknya penambahan ilmu ini. “Sudahada 39 kelompok usaha pengolahan dengan 23 jenis olahan tapi belum tersebar di 16 desa pesisir.Kedepan diharapkan ada ciri khas disetiap desa/kelurahan, One Village One Product..”yang akan menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Industri rumah tangga.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga padakesempatanmemberikanmateripelatihan.Beliau menyampaikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan harus diawali dengan menyiapkan SDM yang terampil. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan kegiatan pelatihan semacam ini. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat pengolah. Dari keterampilan yang diperoleh tersebut diharapkan para pengolah dapat membentuk kelompok sehingga tambahan ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada sesama.Selain itu, keberadaan kelompok juga dapat berdampak positif terhadap perhatian pemerintah kepada mereka.Seperti halnya bantuan-bantuan dari pemerintah baik dari pusat maupun daerah melalui kelompok.
Diakhir pelatihan diberikan bantuan peralatan pengolahan sebagai stimulan guna menunjang usaha produksi para pengolah rumput laut. Maju terus pelaku kelautan dan perikanan, jadikan rumput laut Bantaeng sebagai komuditi yang memiliki “NilaiJual” yang tinggi.

Sumber : Humas BP3 Aertembaga