Berita

FORUM BAKOHUMAS BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) : "Sosialisasi dan Persiapan Penyelenggaraan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Ke-5"
13/07/2012 - Kategori : Berita

FORUM BAKOHUMAS BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
BENCANA (BNPB) :
“Sosialisasi dan Persiapan Penyelenggaraan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Ke-5”

Forum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Pemerintah yang diselenggarakan oleh Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Senin, tanggal 9 Juli 2012 bertempat di Hotel Orchardz, Jl. Industri Raya No.8, Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Forum tersebut membahas mengenai Sosialisasi dan Persiapan Penyelenggaraan Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) Ke-5.

DR. Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kapusdatin dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan kata sambutan pada acara forum Bakohumas tersebut dilanjutkan sambutan Pengurus Bakohumas yang diwakilkan Bapak Mariaman Purba, SH, MH sebagai Sekretaris Bakohumas dan sambutan sekaligus membuka acara Forum Bakohumas Ir. Fatchul Hadi, Dipl. HE sebagai Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Paparan diberikan oleh Ir. Sugeng Triutomo, DESS sebagai Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiagaan, Ahmed Kurnia Soeriawidjaja sebagai Tenaga Ahli Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kristanto Sinandan sebagai Head of Crisis Prevention and Recovery Unit UNDP dan bertindak sebagai moderator dalam diskusi dan tanya jawab tersebut adalah Ir. Tri Budiarto, M. Si menjabat sebagai Direktur Tanggap Darurat BNPB.

Menurut Ahmed, masih relevan sampai sekarang, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Keynote Speech di acara Pertemuan Tahunan Bakohumas pada tanggal 30 Agustus 2007, Denpasar, ”Pejabat Humas Pemerintah harus bisa menyampaikan kebijakan dan program Pemerintah dengan jelas dan sederhana sehingga mudah dipahami masyarakat. Ia bukan sekadar harus bisa menyampaikan sebuah kebijakan atau program, melainkan latar belakang mengapa tindakan itu diambil, apa tujuannya, dan apa pentingnya bagi masyarakat, masyarakat bisa memahami, menerima, mendukung serta berperan serta dalam kebijakan dan program yang dijalankan”.

” Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) V di Yogyakarta merupakan Ajang mencari bentuk-bentuk kemitraan baru dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim ( API), Mengkonsolidasikan kemitraan dengan sektor swasta, Strengthening Lokal Capacity, Fokus pada PRBBK, Risk Financing, Local Governance, Berbagai pengalaman dan pembelajaran dari negara-negara di Region AsPac dalam pengintegrasian PRB dan API, Intinya mendorong prinsip ”think globally but act locally” dalam PRB, Bagaimana program/Proyek K/L dalam PRB pada tingkat ”down-stream” dan kesiapan untuk mengakomodasi bottom up planning/proposal dari masyarakat, Kampung Siaga Bencana (Kemensos), Program Kampung Iklim (Proklim KLH), Desa Pesisir Tangguh (KKP), Desa Mandiri Energi (ESDM), Desa Mandiri Pangan (Kementan), Desa Sejahtera (Ibu-ibu Sikib), Desa Sadar Hukum (Kemenkumham), dan program-program Comm. Based Pemerintah lainnya, sinergi dan keselarasan program comm, kerjasama dengan Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dari negara-negara peserta AMCDRR.” demikian disampaikan oleh Head of Crisis Prevention and Recovery Unit UNDP dalam forum bakohumas tersebut.

”Konferensi Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) ke-5 akan dilaksanakan di Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti, Yogyakarta pada tanggal 22 sampai 25 Oktober 2012. Ajang ini merupakan forum pertemuan 2 tahunan para Menteri se-Asia Pasifik yang membidangi Penanggulangan Bencana. Ini merupakan tindak lanjut dari World Conference for Disaster Reduction yang diadakan di Kobe, Jepang tahun 2005, yang menghasilkan Deklarasi Hyogo dan Hyogo Framework for Action (HFA) yang menjadi acuan dalam pengurangan risiko bencana saat ini. Peserta dari 600 peserta/delegasi dari luar negeri dan 400 peninjau/observer dari dalam negeri. (Dian NK)



Sumber : Dian Novita Kiswiyanti
Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133
    

 
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?