Info Daerah
UJUNG BARAT LUMPUR LAPINDO, PENGEMBANGAN KAMPUNG BELUT 26/06/2012 - Kategori : Info Daerah
UJUNG BARAT LUMPUR LAPINDO, PENGEMBANGAN KAMPUNG BELUT
Sekitar 6 tahun yang lalu, mata dunia melihat kedahsyatan fenomena alam yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Entah sebuah musibah atau ujian, lumpur yang keluar dari perut bumi ini menenggelamkan beberapa desa di Kecamatan Porong Sidoarjo. Namun hal tersebut tidak serta merta menenggelamkan semangat pembudidaya belut di Desa Wirobiting Sidoarjo. Desa ini terletak 17 km ke arah barat dari lumpur Lapindo Sidoarjo. Desa Wirobiting merupakan salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki potensi Sumber Daya Alam luar biasa. Desa dengan areal persawahan yang menghijau ini merupakan salah satu tempat budidaya belut yang ada di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Secara alami memang belut banyak terdapat di sawah – sawah daerah ini, sehingga tidak jarang di
sekitar tempat ini banyak terdapat rumah makan atau warung yang menyediakan aneka menu belut.
Permintaan benih belut maupun belut konsumsi di pasaran lokal dan dalam negeri memang belum mencukupi. Beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut diantaranya yaitu pembudidaya belut masih terbatas di beberapa daerah tertentu saja. Kemudian suplay benih secara kuantitas dan kualitas masih belum mampu mencukupi karena selama ini suplay benih belut sebagian besar masih di didapatkan dari alam. Sedangkan benih dari alam itu sendiri dari segi kualitas masih fluktuatif, hal tersebut disebabkan karena cara penangkapan yang masih banyak menggunakan setrum serta cara penanganannya yang masih sederhana. Selain itu, ukuran benih dari alam juga kurang seragam sehingga beresiko terjadinya kanibalisme yang akan membuat mortalitas belut akan semakin tinggi. Untuk menekan tingkat mortalitas pada belut tersebut maka di perlukan langkah – langkah teknis pembesaran yang tepat.
Pada tanggal 18 s/d 23 Juni 2012 di Desa Wirobiting Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan Pelatihan Teknis Pembesaran Belut Bagi Pembudidaya. Pelatihan tersebut di laksanakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi yang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang peserta dari Desa Wirobiting, Desa Porong, Desa Tarik dan beberapa desa di sekitarnya. Para peserta pelatihan yang merupakan pembudidaya belut sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan yang di laksanakan selama 6 hari tersebut. Selama ini beberapa pembudidaya belut di daerah tersebut masih menggunakan teknologi yang sederhana. Dengan adanya pelatihan ini, para pelatih dari BPPP Banyuwangi memperkenalkan beberapa teknologi budidaya mulai dari teknologi fermentasi, pengelolaan media budidaya, cara pengelolaan kualitas air, pembuatan pakan belut, cara mengatasi hama dan penyakit, cara panen dan pendistribusiannya. Sejatinya, dalam usaha budidaya perikanan, biaya terbesar yang harus di keluarkan adalah biaya pakan. Dengan adanya teknologi pembuatan pakan tersebut, para peserta pelatihan dapat membuat pakan dengan formulasi yang tepat dan murah sehingga dapat menekan biaya produksi.
Dalam pelatihan tersebut peserta pelatihan membuat segmentasi budidaya dari hulu ke hilir. Dimana dalam budidaya belut tersebut di bagi menjadi beberapa segmen yaitu pelaku usaha pembenihan, pelaku usaha pembesaran, pelaku usaha pembuat pakan dan pelaku usaha yang menjual serta mendistribusikan belut konsumsi. Dengan adanya segmentasi tersebut di harapkan dapat menciptakan sebuah roda usaha budidaya belut yang berkelanjutan. Dengan adanya segmentasi pelaku usaha budidaya tersebut tentunya para akan memberikan efek simbiosis mutualisme kepada masing – masing pelaku usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya tersebut.
Oleh :
Dian Tugu Warsito
Tim Publikasi BPPP Banyuwangi