Info Media
Perlu Bangkitkan Kembali Industri Udang 01/06/2012 - Kategori : Info Media
Perlu Bangkitkan Kembali Industri Udang
Jakarta - Industri udang nasional diharapkan kembali bangkit. Dalam beberapa tahun terakhir produksi komoditas kelautan itu merosot. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertekad mengembalikan kejayaan industri udang nasional.
"Untuk membangkitkan itu perlu melibatkan pihak swasta ke industri udang. Pendanaan dari bank sangat diperlukan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo awal pekan ini di Jakarta.
Menurut Sahrif, pihak swasta berperan dalam menunjang distribusi, benih pakan dan sarana produksi. pelibatan swasta dapat dilakukan dalam pola kemitraan inti-plasma.
Terkait pendanaan dari perbankan, KKP perlu menjalin kerjasama dengan PT Jaminan Kredit Indonesia (JAMKRINDO). Asuransi ini, kata Sharif, akan berperan sebagai penjamin kredit dari bank ke nelayan.
Selama ini, pelibatan Jamkrindo sudah terjadi di tiga lokasi yakni Lamongan, Banyuwangi, dan Gresik di Jawa Timur."Penjaminan dilakukan Jamkrindo ke BRI (BAnk Rakyat Indonesia)," papar Sharif. Dia menagtakan, dengan pelibatan sejumlah pihak diharapkan industri udang nasional kembali bangkit. KKP, kata Sharif, juga menyediakan sejumlah program seperti revitalisasi tambak di jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa menggunakan dana APBN. Sementara itu, Kepala Divisi Bisnis Program dan Kemitraan BRI Teten JAka mengatakan, sebagai proyek awal BRI siap mengucurkan bantuan kredit sekitar Rp30-50 milliar di Gresik bagi 51 petambak dengan luas lahan sebesar 255 ha. ia berharap proyek awal tersebut memberi hasil maksimal. "Dengan begitu kredit bisa meluas,"kata Teten Jaka.
Sebelumnya, sejumlah eskportir Indonesia yakin mampu meningkatkan nilai ekspor udang tahun inni hingga US$1,9 milliar (Rp 17,5 trilliun). Pencapaian itu didorong peningkatan produksi di sejumlahs entra produksi udang di Lampung dan kawasan tambak pantai utara Jawa.
Ketua Umum Asosiasi Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Thomas Darmawan mengatakan, target tersebut akan melampaui pencapain ekspor tahun lalu sebesar US$ 1,3 miliar. Kontribusi ekspor udang, kata dia, akan meningkat hingga 40% dari total penjualan produk perikanan Indonesia ke luar negeri.
Menurut Thomas, pasokan udang akan mengandalkan produksi udang di Lampung yang diperkirakan mencapai 95.000 ton per tahun, naik dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Sejumlah revitalisasi tambak udang di Pantura juga akan turut menopang peningkatan ekspor.
Sumber:Investor Daily, 1 Juni 2012 Hal. 7