Info Daerah

KERJASAMA DENGAN NOAA DI BPPP AERTEMBAGA HASILKAN SDM TERAMPIL DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN
31/05/2012 - Kategori : Info Daerah

KERJASAMA DENGAN NOAA DI BPPP AERTEMBAGA HASILKAN SDM TERAMPIL DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN


Keanekaragaman hayati di kawasan pesisir dan laut mencakup berbagai jenis biota, spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya baik secara ekonomi maupun secara social, budaya dan estetika perlu di perhatikan lebih serius dan ditangani melalui suatu pengelolaan keanekaragaman hayati yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Konservasi telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menyelaraskan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat dengan keinginan untuk melestarikan sumberdaya alam bagi pemanfaatan di masa yang akan datang.

Adanya kawasan konservasi perairan sudah pasti memerlukan sumberdaya manusia yang menjadi ujung tombak pengelolaannya. Tenaga-tenaga terampil dengan kompetensi tertentu diharapkan dapat tersedia dengan cukup di berbagai kawasan konservasi tersebut.

Dalam rangka melatih tenaga-tenaga terampil tersebut, Badan Pengembangan SDM kelautan dan Perikanan, bekerjasama dengan Direktorat Jenderal KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan NOAA (National Oceanic And Atmospheric Administration) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan didalam Konservasiu Perairan yang dilaksanakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung dan pelaksananaan pelatihan berlangsung selama 1 (satu) minggu dimulai pada tanggal 22 s.d 29 April 2012. Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 22 April 2012 bersamaan dengan Pelatihan Pengoperasian Alat Tangkap Long Line. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan KP. yang di wakili oleh Rosida Susilowati, S.Sos. MM.

Jumlah Peserta pelatihan sebanyak 24 (dua puluh empat) orang yang mewakili BDA Sukamandi 1 orang, pusat Pelatihan Kp 1 orang, SAP Waigeo Sebelah Barat b2 orang, STP Jakarta 1 orang, SAP Kep. Aru tenggara 1 orang, LKKPN Pekanbaru 1 orang, BPPP Aertembaga 2 orang, KKJI 2 orang, Bali MPA Network program CI-Indonesia 1 orang, TWP Laut Banda 1 orang, BKKPN Kupang 1 orang, TWP Kapoposang 1 orang, TNP Laut Sawu 1 orang, Balai Penelitian Pemulihan dan konservasi SDI 1 orang BPSPL Makasar 1 orang BKKPN Kupang 2 orang, BPPP Ambon 1 orang, Direktorat SDI Perikanan Tangkap 1 orang, TWP Kep. Padaido 1 orang, TWP Gili Matra 1 orang.

Dan untuk tenaga-tenaga pelatih  berasal dari NOAA Mr. George Sedberry, Mrs. Sarah Fangman, dan Mrs. Gabrielle L. Jhonson, PH.D serta para trainer dari Indonesia Bpk. Arie Setialarso, Ir. Asriel Djunaidi, M.Sc,     DR. Muhammad Fedi Alfiadi Sondita, M.Sc, Arisetiarso Soemodinoto, Ph.D dan Ibu Meity Mongdong. Peserta Pelatihan sempat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan dilanjutkan ke pasar ikan tradisional di pasar Winenet kemudian di PT. Delta Pasifik Indotuna yang merupakan salah satu perusahan pengolahan pengalengan Ikan. Para peserta juga melakukan wawancara dengan peserta Diklat yaitu kelompok Nelayan yang ada di Kota Bitung antara lain kelompok Nelayan Pajeko (mini purse seine), Kelompok Nelayan Pole and Line (pemancing ikan cakalang), Kelompok Nelayan Soma Dampar ( Beach Seine ) untuk ikan umpan cakalang, Kelompok Long line tuna dan kelompok Hand Line (Noru) untuk ikan-ikan pelagis kecil seperti ikan tude (Caranx Sp).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali kendala-kendala/permasalahan yang dihadapi meliputi hal-hal yang dilakukan seputar penangkapan ikan saat ini terutama hasil tangkapan dan daerah penangkapan ikan (Fishing garound) dibandingkan dengan kegiatan penangkapan sepuluh tahu lalu. Pada kenyataannya  bahwa di era sepuluh tahun yang lalu daerah penangkapan ikan masih bisa dilakukan di perairan selat lembeh dan sekitarnya. Namun saat ini daerah penangkapan ikan (Fishing garound) sudah jauh dan memerlukan eksploitasi yang besar disamping itu hasil tangkapannya terutama untuk alat tangkap Pajeko (mini purse seine ) ikan-ikannya kecil seperti ikan laying/malalugis (Decapterus Sp).

Oleh karena itu dengan adanya pelatihan ini maka akan diperoleh solusi bagaimana menghadapi keadaaan pengelolaan perikanan sehingga kelestarian Sumberdaya ikan bisa terkendali. Diakhir kegiatan saat penutupan pelatihan pada tanggal 29 April 2012 yang ditutup oleh pelaksana harian Ir. Nuzril Botutihe, dan yang hadir juga Direktur Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan yang diwakili oleh ibu Ahsanal Kasasiah dan dalam sambutannya dengan harapan para peserta yang sudah mengikuti pelatihan ini  akan memahami konsep dan subtansi pengelolaan kawasan konservasi perairan dan berperan aktif…….. Semoga……

Sumber : Humas BPPP Aertembaga

Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?