Info Daerah

OLI MENGALAHKAN PENGALAMAN KAMI SELAMA BERTAHUN - TAHUN DILAUT
30/05/2012 - Kategori : Info Daerah

OLI MENGALAHKAN PENGALAMAN KAMI SELAMA BERTAHUN – TAHUN DILAUT


Miris kami rasakan ketika mendengar penggalan kalimat itu keluar dari mulut nelayan yang kami latih baru – baru ini di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.  Di sela waktu snack sore Muhammad Abdu salah seorang peserta pelatihan yang berasal dari Kelurahan Jenebora menceritakan pengalamannya pada saat melaut. Suatu ketika Pak Abdu dengan hasil tangkapan yang berlimpah hendak kembali ke darat ternyata motor induknya enggan dihidupkan. Demi alasan bertahan hidup ditengah laut, hasil tangkapan yang kiranya jadi nafkah bagi keluarganya itu sedikit demi sedikit dikurangi karena membusuk sampai ada nelayan lain yang menarik kapalnya kembali ke darat. Setelah diperbaiki pada saat pelatihan, kerusakan motor induk tersebut disebabkan karena rendahnya kualitas minyak pelumas/ oli yang menyebabkan “roller guide branstop” aus dan tidak mampu memompa bahan bakar lagi. Spontan Pak Abdu menepuk jidat dan menyatakan “oli mengalahkan pengalaman kami selama bertahun – tahun dilaut...”

Pelatihan Perawatan Motor Induk Bagi Nelayan yang yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Perikanan Aertembaga di Kecamatan Penajam Kab. Penajam Paser Utara pada tanggal 11 sampai dengan 16 Mei 2012 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para nelayan dalam merawat motor induk. Disamping itu juga diharapkan dapat menjadi alternatif mata pencaharian bagi nelayan disaat paceklik atau tidak melaut.

Berkaitan dengan kegiatan pelatihan, kurikulum pelatihan ini adalah berbasis kompetensi yang disusun berdasarkan hasil Analisa Kebutuhan Pelatihan (AKP) terhadap calon peserta pelatihan. Jumlah Jam Pembelajaran (JP) adalah 52 Jam dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek. Materi inti yang dilatihkan adalah Sistem Pelumasan Motor Induk, Sistem Pendinginan Motor Induk, Sistem Bahan Bakar Motor Induk, Sistem Start Motor Induk, Sistem Kopling Motor Induk, Mengoperasikan pesawat bantu dan Perbaikan & Pemeliharaan Motor Induk.
 
Pemberian materi dikelas dilakukan di kantor dinas sedangkan kegiatan praktek dilakukan di perkampungan nelayan, Kec. Penajam.  Pada saat praktek peserta dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, masing – masing kelompok tersebut mempraktekkan motor diesel yang digunakan sebagai motor induk mereka. Pada awalnya mereka ragu dengan motor yang akan diperbaiki, melihat kondisi motor yang sudah mangkrak sekitar 2 – 3 tahun dan hampir di besituakan ini. Namun berkat keseriusan mereka dalam berlatih ketiga mesin ini dapat dihidupkan kembali.

Adapun kegiatan praktek yang diberikan oleh pelatih yaitu membongkar motor induk kemudian dianalisa kerusakannya. Setelah itu mengganti komponen yang telah aus atau rusak dengan yang baru kemudian dipasang kembali. Tak cukup sampai disitu, mesin yang telah dipasang tersebut dihidupkan dan dilakukan penyetelan sehingga mesin dapat hidup kembali dengan normal.
 
Di akhir kegiatan praktek pelatih memberikan summary, bahwa ketiga motor diesel yang dipraktekkan tersebut memiliki kerusakan yang sama yaitu disebabkan oleh minimnya perawatan terutama penggantian minyak pelumas.Para pelatih berharap kedepan setelah mengikuti pelatihan ini para nelayan dapat menjadwalkan perawatan pada motor induk mereka sehingga mesin dapat mencapai usia ekonomis dan tidak menimbulkan petaka dilaut seperti yang diceritakan oleh Pak Abdu.
 
    Pelatihan ini ditutup pada tanggal 16 Mei 2012 oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kab. Penajam Paser Utara Ir. Ahmad Usman, M.AP. dalam sambutannya Kepala Dinas menyampaikan apresiasi kepada Balai Diklat Perikanan Aertembaga atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat nelayan di Kab. Penajam Paser Utara ini untuk mengenyam pelatihan semacam ini. Lebih lanjut beliau menyampaikan kepada para peserta bahwa Dinas mendukung sepenuhnya kegiatan pengembangan SDM untuk nelayan pada khususnya, apabila ada kebutuhan untuk mengundang para pelatih dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga untuk melatih kembali dapat mengajukan proposal ke Dinas. 
 
Hal senada disampaikan oleh Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga Pola S.T. Panjaitan, A.Pi., MM dalam sambutannya di acara penutupan pelatihan. Beliau menyampaikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan harus diawali dengan menyiapkan SDM yang terampil. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan kegiatan pelatihan semacam ini. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap masyarakat nelayan. Dari keterampilan yang diperoleh tersebut diharapkan para nelayan dapat menemukan kunci mandiri dan membuka pintu sejahtera.

Akhirnya beliau berpesan kepada para peserta agar kiranya pengetahuan maupun keterampilan yang telah diperoleh ini dapat dimanfaatkan dalam profesi sehari – hari.

Sumber : Humas BPPP Aertembaga
 
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?