Berita
MENTERI KP MENERIMA KUNJUNGAN GUBERNUR ACEH TERPILIH 23/05/2012 - Kategori : Berita
MENTERI KP MENERIMA KUNJUNGAN GUBERNUR ACEH TERPILIH
KKP News|| Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo menerima kunjungan Gubernur Aceh yang baru terpilih Zaini Abdullah untuk periode 2012-2017, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin(21/5).
Seusai melakukan pertemuan Sharif mengatakan, kunjungan Zaini kali ini dalam rangka silatuhrahmi sehubungan dengan telah terpilihnya Zaini sebagai Gubernur Aceh.
“ Selain silatuhrahmi, ada juga pembicaraan terkait dengan komitmen Zaini terhadap keinginannya dalam mengembangkan potensi Aceh di sektor kelautan dan perikanan,” ” terang Sharif.
‘Namun, untuk program-program dari KKP nanti akan dibahas lebih lanjut, setelah Zaini dilantik secara resmi menjadi Gubernur Aceh,” sambung Sharif.
Menurut Sharif, Aceh memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
Ia menilai, daerah Aceh sebagai daerah perbatasan memiliki kerawanan di daerah laut. Potensi yang rawan tersebut adalah penggalian sumber daya alam, seperti pencurian ikan.
Oleh sebab itu, KKP akan menitikberatkan masalah Illegal, unreported and unregulated (IUU fishing) terkait pencurian ikan yang acapkali dilakukan nelayan asal Thailand.
Sedangkan Wakil Ketua Tim Pemantau Pemerintah Aceh dan Papua Marzuki Daud menambahkan, potensi lahan di sektor perikanan cukup besar di Aceh.
Marzuki menjelaskan, KKP akan terus mendukung program yang telah ada di Aceh, salah satu programnya yakni dengan mengembangkan kapal-kapal ikan nelayan.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, KKP telah berusaha secara maksimal dalam melakukan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk menekan illegal fishing dan destructive fishing yang secara nyata telah menyebabkan kerusakan sumberdaya kelautan dan perikanan dan kerugian yang besar secara ekonomi.
Seiring dengan itu KKP berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebanyak Rp 912 miliar dalam setahun (data Balitbang-KP tahun 2010). Belum lagi potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari kapal-kapal pelaku illegal fishing serta barang bukti ikan yang berhasil dirampas untuk negara.
Seusai melakukan pertemuan Sharif mengatakan, kunjungan Zaini kali ini dalam rangka silatuhrahmi sehubungan dengan telah terpilihnya Zaini sebagai Gubernur Aceh.
“ Selain silatuhrahmi, ada juga pembicaraan terkait dengan komitmen Zaini terhadap keinginannya dalam mengembangkan potensi Aceh di sektor kelautan dan perikanan,” ” terang Sharif.
‘Namun, untuk program-program dari KKP nanti akan dibahas lebih lanjut, setelah Zaini dilantik secara resmi menjadi Gubernur Aceh,” sambung Sharif.
Menurut Sharif, Aceh memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
Ia menilai, daerah Aceh sebagai daerah perbatasan memiliki kerawanan di daerah laut. Potensi yang rawan tersebut adalah penggalian sumber daya alam, seperti pencurian ikan.
Oleh sebab itu, KKP akan menitikberatkan masalah Illegal, unreported and unregulated (IUU fishing) terkait pencurian ikan yang acapkali dilakukan nelayan asal Thailand.
Sedangkan Wakil Ketua Tim Pemantau Pemerintah Aceh dan Papua Marzuki Daud menambahkan, potensi lahan di sektor perikanan cukup besar di Aceh.
Marzuki menjelaskan, KKP akan terus mendukung program yang telah ada di Aceh, salah satu programnya yakni dengan mengembangkan kapal-kapal ikan nelayan.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, KKP telah berusaha secara maksimal dalam melakukan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk menekan illegal fishing dan destructive fishing yang secara nyata telah menyebabkan kerusakan sumberdaya kelautan dan perikanan dan kerugian yang besar secara ekonomi.
Seiring dengan itu KKP berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebanyak Rp 912 miliar dalam setahun (data Balitbang-KP tahun 2010). Belum lagi potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari kapal-kapal pelaku illegal fishing serta barang bukti ikan yang berhasil dirampas untuk negara.