Info Daerah

PENGOLAHAN UDANG WINDU UNTUK MENDUKUNG INDUSTRIALISASI DI KABUPATEN PINRANG
25/04/2012 - Kategori : Info Daerah

PENGOLAHAN  UDANG WINDU UNTUK
MENDUKUNG INDUSTRIALISASI
DI KABUPATEN PINRANG

Budidaya udang windu sudah dikenal di Pinrang sejak tahun 1970.  Saat ini  luas lahan untuk budi daya udang windu mencapai 7.300 hektare, dan tahun 2011,  produksi udang windu mencapai 2.700 ton.  Dengan kondisi seperti ini, Kabupaten Pinrang,  Sulawesi Selatan,  siap menjadi proyek percontohan pengembangan udang windu di Sulawesi Selatan.   

Untuk mendukung sektor budidaya udang windu di Kabupaten Pinrang yang sangat berpotensi, perlu diantisipasi dengan  upaya-upaya pengolahan melalui diversifikasi pengolahan udang windu.  Dengan demikian, selain udang windu diekspor dalam bentuk udang beku, udang windu dapat juga dikonsumsi langsung oleh masyarakat Kabupaten Pinrang bahkan dapat dipasarkan dalam bentuk olahan-olahan udang.  Bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung melaksanakan Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran  Udang Windu (Angkatan II) bagi pengolah.  Pelatihan dilaksanakan tanggal 24 s.d 29 Maret 2012 dengan jumlah peserta 30 orang pengolah dari 5 kelompok pengolah yang eksis dalam usaha pengolahan hasil perikanan, yakni Kelompok Mekar Sari Utama, Karsa Mandiri, Nurul Huda, Risengae, dan Menara Jaya.  Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Andi Dwi Yani Aslan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga yang mau melatih dan  membagi ilmu pengetahuan tentang pengolahan udang kepada masyarakat di Kabupaten Pinrang”, demikian ungkap istri orang nomor satu di Kabupaten Pinrang ini.  Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mendukung industrialisasi perikanan yang ada di Kabupaten Pinrang, serta diharapkan juga kalau bisa diberikan materi tentang pengolahan hasil perikanan lainnya seperti ikan dan rumput laut, karena potensi ikan dan rumput laut di Kabupaten Pinrang cukup besar.
 
Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Udang Windu Laut yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Perikanan Aertembaga ini bertempat di ruang pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan yang bertujuan untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta  terhadap pengolahan Udang Windu sehingga produk-produk yang dihasilkan lebih variatif sehingga  mampu menembus  pasaran yang lebih luas lagi. Materi-materi yang diberikan meliputi materi teknis, yakni pembuatan udang rambutan, udang isi ragout, Tik-tik udang, Otak-otak udang tahu, Udang bola wijen dan pengemasan, mencari/ menentukan pasar, memasarkan olahan, analisa usaha pengolahan udang windu, pengenalan program manajemen mutu terpadu, kapita selekta, kewirausahaan dan kebijakan pembangunan perikanan.

Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung, melalui Kepala Seksi Program, Dra.Elsje Roring, mengatakan bahwa Pelatihan pengolahan dan pemasaran udang windu ini dilaksanakan di Kabupaten Pinrang disebabkan selain karena wilayah ini merupakan wilayah pengembangan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Bitung, juga melihat potensi udang windu yang cukup besar serta sebagai salah satu wilayah yang telah ditetapkan dalam program industrialisasi udang windu di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk itu pelatihan harus diiikuti dengan saksama setiap materi yang diberikan agar dapat diterapkan dengan baik dan benar sesudah mengikuti pelatihan ini. Selesai pelatihan, diserahkan  peralatan pengolahan dengan tujuan untuk mendukung usaha dan pekerjaan pengolah dalam mengelola usaha pengolahannya, untuk itu agar benar-benar dimanfaatkan dengan baik.   Sukses untuk para pengolah di Kabupaten Pinrang.

Sumber : Humas BPPP Aertembaga - Bitung
     
 
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?