Info Media

Impor Garam Terhambat Perbedaan Data
14/02/2012 - Kategori : Info Media

Impor Garam Terhambat Perbedaan Data



KKP memperkirakan total kebutuhan tahun ini 1,5 juta ton

RAYDION SUBIANTORO Bisnis Indonesia

JAKARTA Penentuan kebutuhan impor garam tahun ini masih terhambat perbedaan data produksi dan konsumsi komoditas itu di dalam negeri.

Kementerian Perdagangan menyatakan penerbitan izin impor garam konsumsi baru dilakukan setelah seluruh kementerian terkait meluruskan data tentang produksi dan kebutuhan konsumsi di dalam negeri.

Pada saat ini terdapat perbedaan data produksi garam tahun lalu antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan hasil kesepakatan pemerintah. KKP mencatat panen garam tahun lalu mencapai 1,5 juta ton, sedangkan data kesepakatan hanya 1,1 juta ton.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan pemerintah harus memiliki data garam konsumsi yang bisa dipertanggungjawabkan terlebih dahulu terkait dengan garam konsumsi, sebelum memutuskan melakukan impor atau tidak.

Kalau sudah ada data yang bisa dipertanggungjawabkan, penyikapan kebijakan akan jelas. [Data| akan digunakan sebagai dasar melakukan kepentingan impor, atau jika perlu tidak perlu impor," ujar Mendag di Jakarta kemarin.

Dia mengakui di antara lembaga pemerintah yang berkepentingan soal garam terjadi ketidak-selarasan.

Seperti diketahui, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan ada kekurangan stok garam konsumsi mulai Maret hingga Agustus sebanyak 700.000 ton.

"Stok garam saat ini hanya cukup sampai dengan Februari. Kekurangan garam hingga nantisaat panen pada Agustus," katanya beberapa waktu lalu.

Perhitungan Kemendag itu didasarkan pada survei yang dilakukan PT Sucofindo terhadap petani, produsen, dan PT Garam. Hasil survei itu menyebutkan stok garam, saat ini 201.000 ton dan diserap industri 60.000 ton, sehingga hanya tersisa 141.000 ton.

Dengan posisi garam dari hasil survei tersebut, otoritas perdagangan itu memperhitungkan stok komoditas itu hanya cukup memenuhi kebutuhan sampai dengan bulan ini. Padahal, panen garam diperkirakan baru berlangsung pada Agustus.

Adapun realisasi impor garam pada tahun lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, men-capai 2,84 juta ton- senilai US$146,49 juta. Komoditas itu didatangkan dari Australia, Singapura, Jerman, dan Selandia Baru.

Deddy mengingatkan wewenang penentuan impor garam terletak di tangan Kemendag setelah mempertimbangkan usulan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya. Namun, keputusan impor dan berapa volume yang dibutuhkan akan dibahas di bawah koordinasi Kementerian Perekonomian.

Garam industri

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan produksi garam nasional tahun ini bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dari perkiraan produksi tahun ini, ujarnya, perlu dipertimbangkan lebih cermat apakah perlu menerbitkan izin impor garam konsumsi atau tidak.

Sharif memperkirakan kebutuhan garam konsumsi hingga akhir tahun sebesar 1,5 juta ton dapat dipenuhi dari produksi di dalamnegeri. Adapun, garam untuk industri masih membutuhkan impor 1,8 juta ton.

Sementara itu, Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia Faisal Badawi memperkirakan kebu-tuhan garam nasional pada tahun * ini bisa mencapai 3,1 juta ton terdiri dari 1,6 juta ton garam. " untuk industri dan 1,4 juta ton garam konsumsi.

Dia juga berpendapat bahwa garam konsumsi sepenuhnya bisa dipasok dari produksi lokal, atau tidak perlu melakukan impor.

Deddy mengatakan rapat mengenai impor garam sebetulnya sudah dilakukan beberapa kali dengan kementerian terkait, tetapi belum pada level pengambilan keputusan. Rapat terkait kemungkinan impor atau tidak, ungkapnya, akan kembali dilakukan pada pekan ini.

Beberapa waktu lalu, Sharif menuturkan jika swasembada garam konsumsi mampu dilakukan, bisa dipastikan tidak akan ada kebijakan untuk impor ga- ram. Salah satu program KKP untuk memenuhi kebutuhan garam di antaranya dengan sistem Peningkatan Usaha Garam Rakyat (Pugar).

Program Pugar pada tahun lalu dinilai cukup berhasil karena mampu menghasilkan garam konsumsi 1,3 juta ton. Dia mengharapkan tahun ini, swasembada*?* garam konsumsi juga bisa diung- * katkan dari pencapaian tahun" sebelumnya, (raydion@tonis.iv

Sumber : Bisnis Indonesia Hal 1, 14 Februari 2012

Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.093.228