Info Media
KKP Jadikan Pelaku Usaha Sebagai Subjek 06/02/2012 - Kategori : Info Media
KKP Jadikan Pelaku Usaha Sebagai Subjek
Jakarta - Untuk mendorong pelaksanaan misi besar industrialisasi perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ingin meletakkan para pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan sebagai subjek yang fnem-berdayakan komoditas kelautan dan perikanan. Dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang sangat melimpah, industrialisasi perikanan dapat digunakan sebagai motor penggerak roda perekonomian daerah maupun nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan, konsep industrialisasi perikanan yang dia lontarkan bertujuan untuk menciptakan nilai tambah sehingga bisa mengakselerasi peningkaian kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan lainnya. "Dengan industrialisasi, kita akan meletakkan pelaku kelautan dan perikanan sebagai subjek, bukan objek," kata Cicip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Untuk itu, lanjut Cicip, kementerian yang ia pimpin memandang perlu adanya upaya terpadu berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta maupun masyarakat. "Dengan kata lain, daya saing harus dibangun berdasarkan atas keterpaduan dan keterlibatan semua stakeholder (pemangku kepentingan)," ungkapnya.
Bantuan Rp21,5 M
Terkait dengan berbagai kebijakan KKP mendorong industrialisasi sektor perikanan dan kelautan, Cicip mengumumkan pihaknya telah memb.inin kelautan dan perikanan (KP) Sulawesi Barat untuk membangun sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan senilai Rp21,5 mili, ir "Bantuan senilai Kp 21,5 miliar itu untuk nelayan dan petambak Snl.i wesi Barat, hagi.ui dari L6 program bantuan yang diberikan," terang Cicip.
Menurut menteri pengganti Fadel Muhammad ini, bantuan tersebut diantaranya adalah pengembangan usaha mina pengolahan yang nilainya mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Selain PUMP, bantuan yang diberikan juga berupa enam unit bantuan kapal Inka Mina, 30 paket sarana perikanan tangkap, dua unit rumah ikan, bantuan budidaya rumput laut berupa depo, 50 unit cool box, speed boat serta satu unit excavator.
Karena itulah, Cicip berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat memberi kemudahan kepada nelayan, sehingga nelayan dapat melaksanakan usaha perikanan baik tangkap maupun budidaya dengan baik. "Karena bantuan tersebut besar manfaatnya dalam upaya peningkatan produksi perikanan serta kesejahteraan nelayan yang selama ini masih dirasakan kurang," jelasnya.
Selain beragam ban-tuan itu, untuk mendukung kesejahteraan para nelayan, Cicip juga menyerahkan bantuan berupa s.trana air bersih, paket I belajar anak pelaku utama, sertifikat hak jtas tanah nelayan (sehat) dan 10.000 kartu nelayan. Sementara untuk merealisasikan program pengembangan sarana infrastruktur Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) di Kabupaten Majene Sulbar, Sharif menyerahkan bantuan tahap awal berupa Masterplan dan detail desain PP Palipi senilai Rp21 juta kepada cicip di Sulawesi Barat. PPN yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan, konsep industrialisasi perikanan yang dia lontarkan bertujuan untuk menciptakan nilai tambah sehingga bisa mengakselerasi peningkaian kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan lainnya. "Dengan industrialisasi, kita akan meletakkan pelaku kelautan dan perikanan sebagai subjek, bukan objek," kata Cicip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Untuk itu, lanjut Cicip, kementerian yang ia pimpin memandang perlu adanya upaya terpadu berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta maupun masyarakat. "Dengan kata lain, daya saing harus dibangun berdasarkan atas keterpaduan dan keterlibatan semua stakeholder (pemangku kepentingan)," ungkapnya.
Bantuan Rp21,5 M
Terkait dengan berbagai kebijakan KKP mendorong industrialisasi sektor perikanan dan kelautan, Cicip mengumumkan pihaknya telah memb.inin kelautan dan perikanan (KP) Sulawesi Barat untuk membangun sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan senilai Rp21,5 mili, ir "Bantuan senilai Kp 21,5 miliar itu untuk nelayan dan petambak Snl.i wesi Barat, hagi.ui dari L6 program bantuan yang diberikan," terang Cicip.
Menurut menteri pengganti Fadel Muhammad ini, bantuan tersebut diantaranya adalah pengembangan usaha mina pengolahan yang nilainya mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Selain PUMP, bantuan yang diberikan juga berupa enam unit bantuan kapal Inka Mina, 30 paket sarana perikanan tangkap, dua unit rumah ikan, bantuan budidaya rumput laut berupa depo, 50 unit cool box, speed boat serta satu unit excavator.
Karena itulah, Cicip berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat memberi kemudahan kepada nelayan, sehingga nelayan dapat melaksanakan usaha perikanan baik tangkap maupun budidaya dengan baik. "Karena bantuan tersebut besar manfaatnya dalam upaya peningkatan produksi perikanan serta kesejahteraan nelayan yang selama ini masih dirasakan kurang," jelasnya.
Selain beragam ban-tuan itu, untuk mendukung kesejahteraan para nelayan, Cicip juga menyerahkan bantuan berupa s.trana air bersih, paket I belajar anak pelaku utama, sertifikat hak jtas tanah nelayan (sehat) dan 10.000 kartu nelayan. Sementara untuk merealisasikan program pengembangan sarana infrastruktur Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) di Kabupaten Majene Sulbar, Sharif menyerahkan bantuan tahap awal berupa Masterplan dan detail desain PP Palipi senilai Rp21 juta kepada cicip di Sulawesi Barat. PPN yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi.
Dijelaskan Cicip, proyek PPN Palipi Majene diperkirakan memakan biaya sebesar Rp600 miliar. Anggaran tersebut 10 persennya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), selebihnya dari Islamic Development Bank (IDB). Lembaga ini juga akan menyumbang anggaran pembangunan PPN di Majene." Bahkan, jumlahnya lebih banyak dibanding alokasi dari APBN," ujar Cicip.
Selain itu Cicip juga menuturkan, pelabuhan ik.m di Sulawesi Barat itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang dil.mipung awet dan menjadi salah satu tempat transaksi ikan terbesar di daerah ini.*munib
Selain itu Cicip juga menuturkan, pelabuhan ik.m di Sulawesi Barat itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang dil.mipung awet dan menjadi salah satu tempat transaksi ikan terbesar di daerah ini.*munib
Sumber : Harian Ekonomi Neraca 06 Februari 2012,hal. 10
Tulisan terkait :
Tentang KKP
- Organisasi
- Perubahan Nomenklatur Departe…
- Renstra KKP 2010-2014
- Rules of The Game KKP
- Sejarah
- Sepuluh Pedoman Pengabdian Ke…
- Visi, Misi, Grand Strategy da…
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PERIKANAN TANGKAP
DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA
DITJEN P2HP
DITJEN KP3K
DITJEN PSDKP
BalitBang KP
BPSDMKP
BKIPM
Pengadaan Barang/Jasa
- PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DE…
- Pengumuman Prakualifikasi Pek…
- PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DE…
- Panitia Pengadaan Jasa Fisik …
- Pengumuman Pemenang Seleksi S…
- + Indeks
Informasi Cuaca & Iklim Maritim
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- + Indeks
Dinas KP Propinsi
- Dinas KP Sumsel
- Dinas KP Jateng
- Dinas KP Sulsel
- Dinas KP Sultra
- Dinas KP Riau
- Dinas KP Bali
- Dinas KP Banten
- Dinas KP Jambi
- Dinas KP NTB
- Dinas KP Jabar
- Dinas KP Kalbar
- Dinas KP Kaltim
- Dinas KP DKI Jakarta
- Dinas KP DI Yogyakarta
- Dinas KP Papua
- Dinas KP Sumut
- Dinas KP Sulteng
- Dinas KP Sulut
- Dinas KP Maluku Utara
- Dinas KP Gorontalo
Dinas KP Kabupaten
- Dinkab KP Tulungagung
- Dinkab KP Tabanan
- Dinkab KP Brebes
- Dinkab KP Malang
- Dinkab KP Bantul
- Dinkab KP Kukar
- Dinkab KP Sumenep
- Dinkab KP Tanah Laut
- Dinkab KP Karimun
- Dinkab KP Tanjung Jabung Barat
- Dinkab KP Kota Probolinggo
LPSE
- LPSE Badan Pengawas Obat dan Makanan
- LPSE Badan Pertanahan Nasional
- LPSE BKKBN
- LPSE BNP2TKI
- LPSE BPPT
- LPSE DPR RI
- LPSE Institut Teknologi Bandung
- LPSE ITS
Link Lembaga Terkait
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
- Badan Pusat Statistik
- Bakosurtanal
- BAPPENAS
- BKPM
- Dewan Kelautan Indonesia
- FAO
- Info Publik Kominfo
- Kementerian Keuangan
- Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
- Kementerian Pertanian
- LIPI
- Satgas Pemberantasan Mafia Hukum
- Universitas Terbuka
