Info Media
KKP Menggulirkan 16 Program Bantuan dan Bangun Pelabuhan 06/02/2012 - Kategori : Info Media
KKP Menggulirkan 16 Program Bantuan dan Bangun Pelabuhan
MAKASSAR. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggulirkan 16 program bantuan senilai Rp 21,5 miliar. Program-program itu antara lain berupa pengembangan usaha mina pedesaan, bantuan kapal, dan sarana air bersih senilai Rp 2,3 miliar. Sisanya berupa bantuan paket belajar anak, sertifikat hak atas tanah nelayan sehat, serta 10.000 kartu nelayan.
Khusus bantuan kapal, KKP menghibahkan enam unit kapal Inka Mina, 30 paket sarana perikanan tangkap, dan dua unit rumah ikan. Selain itu, KKP juga membantu budidaya rumput laut berupa depo, 50 unit cool box, speed boat, serta satu unit excavator.
Dengan bantuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo berharap semakin memudahkan nelayan mencari pendapatan. "Nelayan dapat mengembangkan usaha perikanan, baik tangkap maupun budidaya," ujarnya di sela kunjungan kerja ke Sulawesi, Sabtu (4/2).
Di samping 16 program bantuan, Sharif juga menyerahkan masterplan dan detail desain Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) di Kabupalen Palipi Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) senilai Rp 21 juta.
Nilai total proyek ini yang di-perkiraakan mencapai Rp 600 miliar bertujuan merealisasikan program pengembangan sarana infrastruktur PPN skala B di Palipi.
Sekitar 10% dari Rp 600 miliar menurut rencana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selebih-
PPN Palipi akanlebih berdaya ekonomis tinggijika segera dibangun pabrik pengolahan ikan.nya dari Islamic Development Bank. "PPN yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini," imbuh Sharif.
Dibangun di atas lahan seluas 448 hektare, pelabuhan ikan Palipi akan dilengkapi sejumlah fasilitas, misalnya ruang pendingin atau cool storage sebanyak 32 unit. Targetnya, pelabuhan ikan di Sulbar ini bisa menampung sekitar ij unit kapal dengan bobot maksimal 600 gros ton dalam sehari.
Hanya saja, sampai kini, belum ada pabrik pengolahan ikan di dekat PPN Palipi. Jika di situ dibangun pabrik pengolahan ikan tentu akan mendorong industri pengolahan ikan Sulbar karena ikan yang dipasok di PPN Palipi lang sung diolah di pabrik. Dengan adanya pabrik maka PPN akan lebih berdaya ekonomi tinggi bagi Palipi.
Sharif menambahkan, dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan, juga akan meminimalisir pencurian ikan di perairan Sulbar oleh nelayan dari daerah lain. Alhasil, tangkapan ikan di perairan Sulbar lebih maksimal.
Dengan hasil tangkapan yang maksimal, ujung-ujungnya bisa berdampak ke nela-y;m Sulbar sendiri. "Ikan akan maksimal, nelayan makin giat bekerja menangkap ikan," cetus Sharif.
Jika hal-hal itu tercapai, tentu saja harapan menjadikan PPN Palipi sebagai pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar bukan cuma mimpi. Untuk informasi, saat ini Indonesia memiliki Pelabuhan Perikanan Nusantara (Archi-pelagic Fishing Port) sebanyak 14 unit dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Handoyo
Khusus bantuan kapal, KKP menghibahkan enam unit kapal Inka Mina, 30 paket sarana perikanan tangkap, dan dua unit rumah ikan. Selain itu, KKP juga membantu budidaya rumput laut berupa depo, 50 unit cool box, speed boat, serta satu unit excavator.
Dengan bantuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo berharap semakin memudahkan nelayan mencari pendapatan. "Nelayan dapat mengembangkan usaha perikanan, baik tangkap maupun budidaya," ujarnya di sela kunjungan kerja ke Sulawesi, Sabtu (4/2).
Di samping 16 program bantuan, Sharif juga menyerahkan masterplan dan detail desain Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) di Kabupalen Palipi Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) senilai Rp 21 juta.
Nilai total proyek ini yang di-perkiraakan mencapai Rp 600 miliar bertujuan merealisasikan program pengembangan sarana infrastruktur PPN skala B di Palipi.
Sekitar 10% dari Rp 600 miliar menurut rencana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selebih-
PPN Palipi akanlebih berdaya ekonomis tinggijika segera dibangun pabrik pengolahan ikan.nya dari Islamic Development Bank. "PPN yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini," imbuh Sharif.
Dibangun di atas lahan seluas 448 hektare, pelabuhan ikan Palipi akan dilengkapi sejumlah fasilitas, misalnya ruang pendingin atau cool storage sebanyak 32 unit. Targetnya, pelabuhan ikan di Sulbar ini bisa menampung sekitar ij unit kapal dengan bobot maksimal 600 gros ton dalam sehari.
Hanya saja, sampai kini, belum ada pabrik pengolahan ikan di dekat PPN Palipi. Jika di situ dibangun pabrik pengolahan ikan tentu akan mendorong industri pengolahan ikan Sulbar karena ikan yang dipasok di PPN Palipi lang sung diolah di pabrik. Dengan adanya pabrik maka PPN akan lebih berdaya ekonomi tinggi bagi Palipi.
Sharif menambahkan, dengan dibangunnya pabrik pengolahan ikan, juga akan meminimalisir pencurian ikan di perairan Sulbar oleh nelayan dari daerah lain. Alhasil, tangkapan ikan di perairan Sulbar lebih maksimal.
Dengan hasil tangkapan yang maksimal, ujung-ujungnya bisa berdampak ke nela-y;m Sulbar sendiri. "Ikan akan maksimal, nelayan makin giat bekerja menangkap ikan," cetus Sharif.
Jika hal-hal itu tercapai, tentu saja harapan menjadikan PPN Palipi sebagai pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar bukan cuma mimpi. Untuk informasi, saat ini Indonesia memiliki Pelabuhan Perikanan Nusantara (Archi-pelagic Fishing Port) sebanyak 14 unit dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Handoyo
Sumber : Harian Kontan 06 Februari 2012,hal. 17
Tulisan terkait :
Tentang KKP
- Organisasi
- Perubahan Nomenklatur Departe…
- Renstra KKP 2010-2014
- Rules of The Game KKP
- Sejarah
- Sepuluh Pedoman Pengabdian Ke…
- Visi, Misi, Grand Strategy da…
SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PERIKANAN TANGKAP
DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA
DITJEN P2HP
DITJEN KP3K
DITJEN PSDKP
BalitBang KP
BPSDMKP
BKIPM
Pengadaan Barang/Jasa
- PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DE…
- Pengumuman Prakualifikasi Pek…
- PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DE…
- Panitia Pengadaan Jasa Fisik …
- Pengumuman Pemenang Seleksi S…
- + Indeks
Informasi Cuaca & Iklim Maritim
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- Peringatan Dini (EARLY WARNIN…
- + Indeks
Dinas KP Propinsi
- Dinas KP Sumsel
- Dinas KP Jateng
- Dinas KP Sulsel
- Dinas KP Sultra
- Dinas KP Riau
- Dinas KP Bali
- Dinas KP Banten
- Dinas KP Jambi
- Dinas KP NTB
- Dinas KP Jabar
- Dinas KP Kalbar
- Dinas KP Kaltim
- Dinas KP DKI Jakarta
- Dinas KP DI Yogyakarta
- Dinas KP Papua
- Dinas KP Sumut
- Dinas KP Sulteng
- Dinas KP Sulut
- Dinas KP Maluku Utara
- Dinas KP Gorontalo
Dinas KP Kabupaten
- Dinkab KP Tulungagung
- Dinkab KP Tabanan
- Dinkab KP Brebes
- Dinkab KP Malang
- Dinkab KP Bantul
- Dinkab KP Kukar
- Dinkab KP Sumenep
- Dinkab KP Tanah Laut
- Dinkab KP Karimun
- Dinkab KP Tanjung Jabung Barat
- Dinkab KP Kota Probolinggo
LPSE
- LPSE Badan Pengawas Obat dan Makanan
- LPSE Badan Pertanahan Nasional
- LPSE BKKBN
- LPSE BNP2TKI
- LPSE BPPT
- LPSE DPR RI
- LPSE Institut Teknologi Bandung
- LPSE ITS
Link Lembaga Terkait
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
- Badan Pusat Statistik
- Bakosurtanal
- BAPPENAS
- BKPM
- Dewan Kelautan Indonesia
- FAO
- Info Publik Kominfo
- Kementerian Keuangan
- Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
- Kementerian Pertanian
- LIPI
- Satgas Pemberantasan Mafia Hukum
- Universitas Terbuka
