Artikel
Sambutan MKP Pada Acara Seminar Sehari Pemetaan Logistik dan Distribusi, Solusi Menuju Industrialisasi Perikanan 16/01/2012 - Kategori : Artikel
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN
PADA ACARA
SEMINAR SEHARI
PEMETAAN LOGISTIK DAN DISTRIBUSI, SOLUSI MENUJU INDUSTRIALISASI PERIKANAN
PADA ACARA
SEMINAR SEHARI
PEMETAAN LOGISTIK DAN DISTRIBUSI, SOLUSI MENUJU INDUSTRIALISASI PERIKANAN
Jakarta, 16 Januari 2012
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua
Yang saya hormati:
1. Anggota Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron
2. Prof.Dr.Rokhmin Dahuri, mantan Menteri KP;
3. Para Narasumber
4. Pejabat Eselon I dan II lingkup KKP;
5. Ketua Komunitas Wartawan Kelautan dan Perikanan;
6. Para stakeholders kelautan dan perikanan,
7. Teman-teman wartawan & para undangan.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas izinnya kita dapat berkumpul di ruangan ini pada acara ”Seminar Pemetaan Logistik dan Distribusi, Solusi Menuju Industrialisasi Perikanan”.
Seminar ini dapat terselenggara atas prakarsa teman-teman wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Kelautan dan Perikanan (KOMUNIKAN). Untuk itu, saya memberikan apresiasi kepada KOMUNIKAN atas terselenggaranya seminar ini, juga atas kerja samanya selama ini sebagai mitra strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hadirin yang saya hormati,
Beberapa hari ini, hampir semua media massa memberitakan soal cuaca buruk dan gelombang laut tinggi di berbagai wilayah di tanah air. Kondisi ini menyebabkan para nelayan kita gagal melaut, sehingga produksi ikan hasil tangkapan nelayan menjadi menurun. Dan tentunya income para nelayan pun turun drastis.
Oleh karena itu, untuk membantu para nelayan, kami sudah mengirimkan edaran kepada para bupati/walikota yang daerahnya memiliki wilayah pesisir agar membantu meringankan beban hidup para nelayan dengan memberi bantuan bahan pokok, seperti beras. Kami pun dari pihak KKP telah mengalokasikan dana BLM untuk membantu para nelayan tersebut.
Saudara-saudara sekalian,
Turunnya hasil tangkapan para nelayan tentunya membuat pasokan ikan di pasar menurun, dan harga ikan pun mengalami kenaikan. Kondisi ini cukup memukul para pengusaha pengolahan ikan, khususnya yang skala UMKM. Mereka mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan bahan baku dengan harga yang stabil, sehingga berakibat pada menurunnya kapasitas produksi.
Kalau kita tidak melihat langsung ke sentra-sentra industri pengolahan, mungkin kita tidak akan percaya bahwa di negara yang memiliki potensi kelautan dan perikanan begitu besar, industri pengolahan ikan bisa kekurangan pasokan bahan baku.
Karena itu, ketika para pelaku industri pengolahan beralih kepada bahan baku ikan impor demi kelangsungan usahanya, banyak pihak yang memandang tindakan tersebut tidak berpihak kepada kaum nelayan. Padahal, para istri dan keluarga nelayan mayoritas berusaha dan bekerja di industri pengolahan ikan, seperti pembuatan ikan asin dan pemindangan.
Hadirin yang berbahagia,
Terkait kebijakan impor ikan, perlu saya tegaskan pemerintah tidak mengubah kebijakan impor ikan yang selama ini sudah berjalan, jauh sebelum saya diberi amanah sebagai menteri kelautan dan perikanan.
Dengan persyaratan yang ketat, impor ikan diperbolehkan untuk beberapa jenis ikan tertentu dan untuk keperluan bahan baku industri pengolahan, seperti industri ikan pindang rakyat skala UMKM. Pilihan kebijakan impor ini adalah realistis untuk saat ini, karena kalau kita menutup impor ikan sama saja kita berbuat tidak adil kepada pelaku industri pengolahan.
Namun demikian, perlu digarisbawahi impor ikan merupakan alternatif terakhir dan sifatnya hanya menambal kekurangan pasokan untuk keperluan bahan baku.
Dengan persyaratan yang ketat, impor ikan diperbolehkan untuk beberapa jenis ikan tertentu dan untuk keperluan bahan baku industri pengolahan, seperti industri ikan pindang rakyat skala UMKM. Pilihan kebijakan impor ini adalah realistis untuk saat ini, karena kalau kita menutup impor ikan sama saja kita berbuat tidak adil kepada pelaku industri pengolahan.
Namun demikian, perlu digarisbawahi impor ikan merupakan alternatif terakhir dan sifatnya hanya menambal kekurangan pasokan untuk keperluan bahan baku.
Hadirin yang berbahagia,
Saya menyadari dan bertekad bahwa kita tidak bisa terus-menerus tergantung pada impor. Dengan sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah sesungguhnya kita bisa memenuhi kebutuhan ikan dari produksi domestik, termasuk ikan untuk bahan baku industri.
Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga untuk peningkatan ekspor.
Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga untuk peningkatan ekspor.
Upaya peningkatan produksi perikanan nasional ini ditempuh sejalan dengan upaya industrialisasi perikanan yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sektor perikanan, terutama nelayan dan pembudidaya. Industrialisasi perikanan dilakukan dengan membenahi sektor hulu hingga hilir diantaranya melalui peningkatan kualitas SDM (modernisasi) nelayan dan pembudidaya. Industrialisasi ini diharapkan mampu menciptakan mata rantai industri perikanan nasional yang kuat dan berdaya saing.
Hadirin yang berbahagia,
Dalam pengembangan industri kelautan dan perikanan, salah satu aspek yang kami perhatikan adalah ketersediaan bahan baku ikan untuk industri pengolahan yang tersebar di berbagai wilayah (terutama Jawa dan Sumatera), sementara penghasil ikan berada di wilayah Indonesia bagian Timur. Karena itu, KKP saat ini tengah mengembangkan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) untuk membenahi distribusi ikan di tanah air. Upaya ini selain untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan ikan, juga untuk menekan biaya transportasi.
Perlu saya informasikan, KKP beberapa waktu lalu telah memfasilitasi distribusi ikan dari Maluku, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan ke wilayah Jakarta. Fasilitasi distribusi ikan ini akan terus dikembangkan dari wilayah yang kelebihan produksi perikanan kepada wilayah yang kekurangan produksi perikanan.
Hadirin yang berbahagia,
Kami menyadari, bahwa berbagai kebijakan dan program untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan wartawan, utamanya yang tergabung dalam KOMUNIKAN.
Demikianlah beberapa hal yang kami sampaikan. Dan dengan senantiasa mengharap ridho Tuhan Yang Mahakuasa dengan mengucap bismillahirahmanirrahim ”Seminar Pemetaan Logistik dan Distribusi, Solusi Menuju Industrialisasi Perikanan” dengan resmi saya buka. Sekian dan Terima kasih.
Billahitaufik walhidayah.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Menteri Kelautan dan Perikanan
Sharif C. Sutardjo