Info Media

Menjala Keuntungan dari Ikan Patin Banjar
24/10/2011 - Kategori : Info Media

Menjala Keuntungan dari Ikan Patin Banjar


Pemerintah berjanji siap menyetop impor ikan patin. Kabupaten Banjar, Kalsel, menjadi salah satu andalan untuk mencukupi kebutuhan ikan patin dalam negeri.

Deni Susanto

RIBUAN ikan patin [catfish), atau sering disebut dori, muncul di sebuah kolam budi daya ikan vang cukup luas. Mereka berebut makanan \.inj; ditebar seorang penjaga kolam.

Setiap hari penjaga kolam itu harus menebar berkarung-karung pakan untuk ribuan patin yang hidup di kolam tersebut.

Hamparan kolam vang luas itu memang diperuntukkan bagi budi daya ikan patin. Amidhan, sang pemilik ikan patin, dikenal sebagai petani ikan yang sukses asal Desa Cinda Alus, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. . Bisnis budi daya ikan patin tersebut telah mendapat perhatian luas dari masyarakat, termasuk pemerintah. Belum lama ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan berupa induk ikan, ekska-vator pembuat kolam, hingga mesin pengelola pakan.

Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah menargetkan produksi ikan patin Indonesia hingga 1,883 juta ton pada 2014. Selama ini untuk memenuhi pasokan ikan patin, pemerintah masih mengimpor dari Thailand.

Tahun ini pemerintah telah menetapkan -II kawasan mi-napolitan percontohan, dari seluruh total 197 kawasan mi-napolitan yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga 2014. Semua itu bertujuan untuk menutup keran impor.

Salah satu kawasan tersebut yaitu Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Banjar memang dikenal sebagai wilayah budi daya ikan dengan komoditas unggulannya nila, mas, dan patin.

Bisnis menjanjikan

Budi daya ikan patin kini menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan. Keuntungan yang diraih petani ikan di Kabupaten Banjar mencapaimiliaran rupiah sekali panen.

Bupati Banjar Gusti Khairul Saleh membenarkan bahwa bisnis patin benar-benar menjanjikan. Di Kabupaten Banjar, pemerintah daerah setempat telah menetapkan kawasan minapolitan budi daya ikan seluas 1.990 hektare.

Namun sejauh ini, baru 450 hektare yang dikembangkan 250 keluarga petani ikan. Produksi patin di Banjar tahun lalu sebesar 12.270 ton dan produksi ikan nila mencapai 17.472 ton.

Kabupaten Banjar merupakan pemasok utama ikan air tawar untuk kebutuhan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan sebagian Kalimantan Timur. Adapun jumlah petani ikanbudi daya secara keseluruhan M.-b.inyak 797 petani.

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang, dan berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditas yang berprospek cerahkarena memiliki harga jual yang tinggi.

Ada beberapa jenis ikan patin yang dibudidayakan di Indonesia, seperti patin jambal, patin siam, patin pasupati, dan beberapa jenis ikan patin lokal lainnya. Dengan masa budi daya kurang lebih enambulan, petani ikan sudah bisa memanen ikan patin.

Saat ini harga ikan patin di pasaran rata-rata per kilo mencapai Rplh ribu. Umumnya, berat ikan patin yang siap dipanen sekitar 2 kilogram.

Di kawasan budi daya ikan patin Desa Cindai Alus inimisinya, setiap hari produksi patin mencapai 4-5 ton. Tidak sedikit dari para pemilik usaha patin di Kabupaten Banjar bisa menabung karena keuntungan mereka hingga ratusan juta rupiah per bulannya. (N-3)deny@mediaindonesia.com

 

Sumber :MediaIndonesia,24Oktober2011, Hal.9

Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?