Riset

PEMBUATAN PAKAN PELLET
24/03/2011 - Kategori : Riset

      PEMBUATAN PAKAN PELLET

           I. PENDAHULUAN

           Biaya pakan dalam usaha budidaya ikan dibutuhkan sekitar antara 50 - 50% dari total 
           biaya produksi, sehingga perluadanya upaya untuk menahan biaya tersebut, dengan
           membuat pakan sendiri. Untuk mengatasi penyediaan pakan buatan (Pellet) dengan jumlah
           dan kualitas yang baik.

           Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pellet yaitu :

  1. Pellet harus mudah dicerna oleh ikan.

  2. Mempunyai kandungan gizi yang cukup, terutama kandungan proteinnya harus diatas 25, selain itu harus juga mengandung lemak. Vitamin, mineral, zat kapur dan karbohidrat.

  3. Pellet harus mempunyai daya apung serta tidak cepat hancur di air.

  4. Pellet harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.


    II. PERALATAN DAN BAHAN

    1. PERALATAN

        Peralatan untuk membuat pakan Pellet secara sederhana, praktis dan mudah  
        diantaranya adalah dengan menggunakan gilingan daging yang dimodifikasi, nampan
        plastik, ayakan, gayung plastik, ember plastik, kipas angin dan tmbangan.

    2. BAHAN

        Bahan untuk membuata palakn Pellet terdiri dari dua kelompok yaitu baku pokok dan 
        bahan tambahan (Suplemental feeds). pemilihan bahan baku sebaiknya dipilih :
        - Murah dan mudah diperoleh.
        - Bergizi tinggi.
        - Mudah mengolahnya.
        - Tidak mengandung racun.

    Bahan baku yang dipakai :

    a. Tepung Ikan

        Ciri-ciri tepung ikan yang baik kwalitasnya diantaranya adalah secara visual bersih tidak
        terkontaminasi oleh kutu atau serangga lain berbau khas seperti ikan kering, berwarna
        kuning kecoklatan, kering tidak lembab, tidak bau apek, tengik atau asam.  kandungan
        tepung ikan yang baik mempunyai kadar proten antara 55,70%.

    b. Bungkil Kelapa


        Yaitu ampas kelapa yang sudah dikeringkan dan sudah berbentuk tepung.

    c. Dedak Halus

        Diperoleh dari limbah pabrik penggilingan padi.

    d. Tepung Kedelai

    e. Tepung Jagung


    f. Tepung Tapioka

    Keunggulan Pellet buatan sendiri :

    - Harga menjadi lebih murah bila dibandingkan dengan harga yang kita beli di toko.
    - Selalu dalam keadaan baru.
    - Ikut membantu dalam mengurangi pencemaran akibat limbah pabrik.


    III. CARA PEMBUATAN PELLET

    a. Memprsiapkan bahan baku, menyusun jumlah setiap komponen dan menimbang.


        Dengan susunan formulasi seperti tabel :


     No Bahan
    Pakan
    Knadungan
    Protein
    Kandungan
    Lemak
    I
    I
    III
     1Tepung Ikan
    62.99
    8.4
    352535
     2Tepung Kedelai 36,6
    14.30
    55
    5
     3Bungkil Kelapa
    18.46
    15.73
    15
    15
    15
     4Tepung Jagung
    10.40
    0.53
    10 10
    10
     5Dedak Halus
    15.58
    6.8
    30 35 30
     6Tepung Tapioka
    2.6
    2.6
    15
    10
    10
     7Vitamin
      1
    1
    1
     8Mineral
      2
    2
    2



    b. Mencampur bahan-bahan seperti tepung ikan, tepung kedelai, bungkil kelapa, dedak
        halus,tepung jagung satu wadah hingga merata, pada wadah yang terpisah dicampur
        pula dengan vitamin mix dan mineral mix. Kemudian kedua wadah tersebut dicampurkan
        hingga merata.

    c. Buat perekat dari tepung sagu dengan volume air 500 ml untuk 1 Kg pakan setelah
        merata dan kental kemudian dicampurkan dengan campuran bahan baku seperti pada
        huruf b diatas kemudian diaduk sampai merata.

    d. Membentuk adonan pakan diatas menjadi gumpalan-gumpalan untuk memudahkan  
        dalam proses pencetakan pellet.

    e. Pencetakan pelet dengan mesin/alat pellet disesuaikan dengan piringannya dengan  
        diameter pellet yang dikehendaki.

    f.  Pengiriman pellet bisa dengan menggunakan oven 600C selama 24 jam atau diangin-
        anginkan/dijemur hingga kering.

    g. Mengemas pakan dan menyimpannya ditempat dingin dan kering.


    Khusus untuk ikan patin pemberian pakan/hari untuk 1000 ekor bisa dilihat dari contoh berikut :

    - Untuk masa pemmeliharaan :

    - 4 Bulan pellet apung
    - 2 Bulan tenggelam.


    SUMBER : DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA JAMBI

Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.146.661