Pencemaran

Menjaga dan Melestarikan Laut Perlu Kerjasama Semua Pihak (Dari Gerakan Bersih Pantai dan Laut DKP Provinsi Papua)
05/05/2009 - Kategori : Pencemaran

Menjaga dan Melestarikan Laut Perlu Kerjasama Semua Pihak
(Dari Gerakan Bersih Pantai dan Laut DKP Provinsi Papua)

Tingkat pencemaran di beberapa wilayah perairan Indonesia pada saat ini telah berada pada kondisi yang tidak terkendali, serta laju sedimentasi yang masuk ke perairan juga terus meningkat. Sementara itu usaha kelautan dan perikanan adalah kegiatan berbasis sumber daya alam. Kerusakan lingkungan perairan akan menjadi malapetaka, baik saat ini maupun masa depan. Demikian Ungkap Kelapa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Ir. Astiler Maharadja kepada wartawan. Oleh karena itu, “ upaya pelestarian lingkungan perairan merupakan program yang sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas perikanan Indonesia khususnya di Provinsi Papua agar kerugian secara ekologis dan ekonomis tidak semakin menyengsarakan masyarakat”.ujar Astiler.
 
Upaya menjaga laut dari pencemaran merupakan hal yang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, pencemaran laut yang begitu parah menyebabkan berbagai upaya dilakukan pemerintah. Salah satu upaya yang digagas Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua dengan Program Rehabilitasi dan Pemulihan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau biasa di sebut COREMAP (Coral Rehabilitation Reef and Management Project), KPA COREMAP Provinsi Papua Thomas PD. Molle, S.Pi mengatakan upaya upaya menjaga, mengendalikan dan melestarikan laut perlu kerjasama dari semua pihak, instansi terkait, masyarakat dan di kalangan remanja (Pelajar & Mahasiswa) agar di terapkan pemahaman mencintai laut sedini mungkin.
 
“Sebagai upaya menjaga, mengendalikan dan melestarikan laut perlu kerjasama dari semua pihak, instansi terkait, masyarakat dan di kalangan remanja (Pelajar&Mahasiswa) agar mencintai laut sedini mungkin”Jelas Thomas Molle. Senin kemarin (04/05) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua melibatkan beberapa kelompok Pelajar dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNIYAP Papua merupakan binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, melakukan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) GBPL tersebut di mulai dari Pantai Dok II sebagai salah satu obyek wisata pantai yang menjadi andalan kota Jayapura “Tujuan dari GBPL ini sebenarnya ada dua aspek antara lain jangka panjang dan jangka pendek serta perlu di ketahui kegiatan ini merupakan kegiatan kontinyu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua ” tambah Thomas Molle.
 
Thomas Molle, S.Pi menjelaskaan bahwa GBPL mempunyai tujuan jangka panjang untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat agar mewujudkan Laut Biru dan Pantai Bersih Lestari. Sedangkan jangka pendeknya adalah Memberikan penyadaran dan pemahaman terhadap seluruh lapisan masyarakat tentang bahaya pencemaran laut, Mendorong masyarakat untuk hidup bersih guna menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup, dimulai dari pendidikan di tingkat dasar dan lingkungan serta keluarga.
 
Mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam pengendalian pencemaran laut, terutama melalui penerapan pola hidup efisien dengan penerapan metode 4 R (reduce, reuse, recycle dan replant), memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari sumber guna mendapatkan nilai ekonomis dari pemanfaatannya serta kegiatan lainnya yang relevan, terutama yang terkait dengan pengelolaan limbah baik cair maupun padat. Mendorong masyarakat untuk memulai dari diri sendiri melakukan upaya untuk mengurangi terjadinya pencemaran laut, dan melembagakannya menjadi suatu aktivitas berkelanjutan.
 
Serta mensinergikan seluruh kegiatan/program dari berbagai institusi lembaga terkait, dalam upaya pengendalian pencemaran laut, terutama dalam rangka penataan lingkungan baik infrastruktur dan penegakan hukum untuk mendukung upaya pengendalian pencemaran laut Di tambahkan juga Potensi sumber daya kelautan dan perikanan seharusnya dapat memakmurkan masyarakat Provinsi Papua, namun pada kenyataannya merupakan suatu ironi, karena sebagian besar taraf kehidupan masyarakat pesisir Papua dalam kondisi pra-sejahtera.
 
Hal ini disebabkan sebagain besar sumber daya kelautan dan perikanan yang ada telah mengalami degradasi sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, karena laju kerusakan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, juga saat ini berkembangnya isu-isu global warning. Di sisi lain sumber daya yang ada belum dimanfaatkan karena masih cukup banyak sumber daya kelautan dan perikanan yang belum tersentuh untuk dimanfaatkan, atau pada saat ini masih dikelola dengan teknologi yang sangat sederhana atau pemanfaatannya masih terkonsentrasi di wilayah perairan tertentu, sehingga sebenarnya pemanfaatannya masih memungkinkan untuk ditingkatkan.(wawan)
 
Sumber :
Cc. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov,Papua
Ir. Astiler Maharadja SIM DKP-Papua
Agus Rahmawan, S.ST.Pi

Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.082.901