Pencemaran

Pencemaran di Kapuas dari Hulu hingga Hilir
22/09/2008 - Kategori : Pencemaran

Pencemaran di Kapuas dari Hulu hingga Hilir

Pencemaran berbagai zat kimia berbahaya di Sungai  Kapuas di Kalimantan Barat saat ini sudah terjadi mulai bagian hulu  hingga hilir sungai. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalbar berupaya meminimalisasi pencemaran tersebut dengan merancang peraturan daerah tentang  standardisasi kualitas air sungai.

”Sungai Kapuas tak hanya tercemari zat kimia merkuri, tetapi juga  limbah pabrik, bakteri coli, dan ada juga indikasi tercemar pestisida dari perkebunan,” kata Ketua Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kalbar  Tri Budiarto di Pontianak, Selasa (16/9).

Dari penelitian Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak pertengahan 2008 di hulu Sungai Kapuas, di Kabupaten Sintang dan Sekadau,   tampak bahwa sungai dengan panjang 1.086 kilometer itu secara kimiawi dan  biologis sudah tercemar.

Dekan Fakultas MIPA Untan Thamrin Usman mengungkapkan, hasil penelitian di Sekadau menemukan kandungan merkuri (Hg) mencapai 0,2 ppb (parts per billion) dua kali lipat di atas ambang batas normal. Penelitian di Kabupaten Sintang menemukan kandungan Hg hingga 0,4 ppb. Dia yakin,  pencemaran seperti itu di hulu pasti berdampak ke hilir.

Temuan ini melengkapi penelitian beberapa tahun sebelumnya, saat ditemukan kandungan Hg yang melebihi ambang batas di bagian hilir Sungai  Kapuas.

Merkuri merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk memurnikan  butiran emas pada penambangan emas tanpa izin. Merkuri yang masuk ke tubuh  manusia bisa mengganggu sistem saraf dan sistem enzym yang berguna  bagi metabolisme tubuh. Dampak pada manusia: menderita tremor, hilang  ingatan, mengganggu pertumbuhan janin.

Pihaknya juga menemukan adanya biota Benthos jenis Chironomous. Jenis  ini hanya dapat hidup di daerah tercemar. Di sana juga dijumpai plankton  yang hanya hidup di air tercemar.

Kondisi itu, kata Thamrin, ironis karena hampir semua PDAM di  kabupaten/kota yang dilalui sungai itu menggunakan air Sungai Kapuas sebagai baku mutu air minum. Apalagi pengolahan air minum di PDAM-PDAM itu  sederhana.

Kini Bapedalda Kalbar menyusun rancangan peraturan daerah standardisasi kualitas air sungai untuk mengurangi pencemaran, dengan mengatur  mekanisme penentuan standar kualitas air sungai yang layak untuk dijadikan  baku mutu air minum.

”Diharapkan ada target peningkatan kualitas air yang terukur. Target ini diharapkan akan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk tegas  menertibkan pembuangan limbah pabrik, permukiman penduduk, serta aktivitas  lain,” kata Tri. (WHY) Pontianak, Kompas Rabu, 17 September 2008

Pengirim :
Mukhtar, A.Pi, M.Si
Kepala Satker PSDKP Kendari, Pengawas Perikanan Muda, PPNS Perikanan
Email : mukhtar_api@yahoo.co.id

Blog :   http://mukhtar-api.blogspot.com
Web  www.p2sdkpkendari.com



Untuk memberi komentar Anda harus login terlebih dahulu. Jika belum punya, silakan mendaftar di sini.

PUBLIKASI MAJALAH KKP
Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?

Jumlah Pengunjung
1.139.240