Artikel
APRESIASI INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW (INSW) KARANTINA IKAN DI HOTEL JBOUTIQUE KUTA - BALI 29/03/2010 - Kategori : Artikel
APRESIASI INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW (INSW) KARANTINA IKAN
DI HOTEL JBOUTIQUE KUTA – BALI
Seiring dengan perkembangan ekonomi global di negara-negara di dunia, yaitu menggambarkan suatu kondisi dimana setiap aspek dituntut untuk selangkah maju kedepan sehingga dapat bersaing secara sehat. Maka didalam mendukung upaya tersebut, pemerintah mencanangkan program dan sistem yang terintegrasi. Sistem ini diberi nama National Single Window (NSW), yaitu berkaitan dengan kelancaran arus keluar masuknya barang (perdagangan) tiap-tiap negara, dengan menggunakan media teknologi informatika. Dan beberapa waktu lalu Bapak Presiden RI telah me-launching penerapan sistem NSW ini di Pelabuhan Laut Tanjung Priok Jakarta.
Karantina Ikan dalam hal ini memiliki andil yang cukup besar terhadap lalu lintas media pembawa Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), disamping berfungsi sebagai filter, juga berperan didalam meningkatkan produktifitas perikanan melalui komoditi yang berkualitas yang bebas dari HPIK.
Karantina ikan pula merupakan salah satu dari Goverment Agencies (Institusi pemerintah) di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai semangat dan loyalitas tinggi didalam menyukseskan program ini, sehingga sistem ini dapat berjalan dengan baik. Disamping itu memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar terhadap kelestarian sumberdaya hayati perikanan yang secara langsung mempunyai dampak akan semakin lebarnya peluang untuk masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina akibat dari perdagangan komoditi perikanan yang semakin bebas.
Kegiatan Apresiasi ini dilaksanakan dari tanggal 22 Maret – 23 Maret 2010, di Hotel Jboutique, Kuta Bali. Diikuti oleh 46 (empat puluh enam) orang yang terdiri dari kepala Unit Pelaksana Teknis karantina ikan di seluruh Indonesia. Selanjutnya pada sesi terakhir dilaksanakannya Panel dengan membahas Visi, Misi dan Indikator Kinerja Puskari.
Diharapkan dari Apresiasi ini dapat dihasilkan antara lain ;
- Operasionalisasi Sistem National Single Window dapat berjalan secara baik
- Semakin meningkatnya kinerja Unit Pelaksana Teknis KI melalui sistem NSW dengan tetap mengacu kepada ketentuan perkarantinaan ikan yang berlaku
- Mendorong peningkatan lalu lintas komoditi perikanan sehingga devisa negara semakin meningkat.
Sudah seyogyanya Karantina Ikan untuk berupaya keras didalam menyukseskan program ini, baik dari segi teknis, administrasi maupun legal aspek. Untuk mewujudkan sistem ini, sudah seharusnya pula kita bekerja sama dengan instansi lain terkait secara terintegrasi dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya masing-masing tanpa mengesampingkan peraturan yang berlaku. Sehingga diharapkan pada proses akhir yang muncul seperti apa yang diharapkan kita sebelumnya yaitu; transparan, efisien, produktif dan berdaya saing positif dapat diraih.
Harapan kedepan, peran karantina ikan sebagai pintu terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina semakin lebih baik lagi dan bermanfaat untuk masyarakat. Untuk mewujudkan harapan tersebut karantina ikan harus berperan aktif salah satunya dalam implementasi National Single Window dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan sebaik-baiknya. Akhirnya, semoga apresiasi ini memberikan manfaat yang sangat besar dan memberikan nilai positif terhadap kemajuan perkarantinaan ikan khususnya dan perikanan nasional pada umumnya.
Sumber : Balai Karantina Ikan Ngurah Rai
Gbr. 1Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Gbr. 2 Sambutan Kepala BKI Kelas I Ngurah Rai

Gbr. 3 Sambutan dan Pembukaan Oleh Kepala Pusat Karantina Ikan

Gbr.4 Pengarahan Bapak Sekjen KKP

Gbr.5 Sesi Tanya Jawab