Berita

Sosialisasi Cara Mengolah Ikan Buntal
05/03/2010 - Kategori : Berita

 Sosialisasi Cara Mengolah Ikan Buntal

 

Meninggalnya Seorang bintara tata usaha urusan dalam (BTUUD) Koramil 1611 Losarang Pelda Suhari (50) yang diduga keracunan mengonsumsi ikan buntal beberapa waktu lalu, mendorong Komando Distrik Militer (Kodim) 0616 Indramayu, melakukan sosialisasi bagaimana cara yang baik mengolah ikan beracun dimaksud.

Kegiatan sosialisasi ini bekerja sama dengan Kepala Rumah Sakit (RS) Sentot Patrol Dr.H.Deden Bonikoeswara. yakni cara mengelola ikan buntal (Buntek Red) yang baik dan benar untuk dikonsumsi.

Deden menilai kegiatan sosialisasi ini cukup baik karena memiliki tujuan untuk membaritahukan kepada masyarakat luas, tentara sebagai tokoh masyarakt diupayakan mampu memberikan hasil sosialisasi ini kepada masyarakatnya. "Apabila kita dapat mengelola ikan tersebut dengan metode yang baik dan benar, insya aalah akan terhindar dari keracunan." terangnya.

Menurut Deden, harga ikan matang di restoran Jepang bisa mencapai 10.500 yen atau sekitar Rp 1.083.000 seporsinya. tetapi diolah melalui tangan - tangan koki yang profesional dan telah mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan. "Ada baiknya, bila masyarakat yang belum mengerti cara mengelola ikan buntal. agar tidak mengonsumsinya,"sarannya.

Kepala UPTD perikanan Kec Indramayu - Balongan, Edi Warmadi LS menambahkan, sesuai penyuluhan maka dianjurkan bagi masyarakat yang belum tahu tentang proses pengelolaannya agar tidak mencoba untuk mengonsumsi ikan buntal. sebab racun yang terkandung di dalam ikan itu berada di hati, empedu, telur.

Meskipun yang dikonsumsi hanya dagingnya, namun kita tidak tahu apakah dari ketiga kandungan tersebut dalam kondisi aman atau pecah.Umumnya, keracunan itu terjadi dikarenakan akibat pecahnya kandungan kemudian terserap jaringan daging." ujarnya.

Sementara Dandim 0616 Indramayu, Letkol Arh Hindro Martono, merasa prihatin atas meninggalnya salah seorang prajuritnya yang diduga akibat mengonsupsi ikan buntal. "Melalui para Danramil maupun Babinsa yang hadir, maka hasil sosialisasi ini diupayakan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat." harapnya.(ck-102/103).

 

Sumber : Pelita 05 Maret 2010 Hal 10 

 

Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?