Berita

Keluhan Petani Garam Ditindaklanjuti
21/01/2010 - Kategori : Berita

Keluhan Petani Garam Ditindaklanjuti
 
 

Pemerintah akan menindaklanjuti keluhan petani garam di sentra garam nasional Madura dan daerah lainnya, berkaitan dengan ditengarainya ada mafia yang merusak tata niaga garam. Mafia garam antara lain terus menekan harga di petani serendah mungkin agar produksi di dalam negeri menurun dan pintu impor di buka lebar (SP, selasa 19/1).

Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun dan Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Syamul Ma'arif kepada SP, di Jakarta, Rabu (20/1), menegaskan, pemerintah sudah membentuk tim awal untuk melakukan koordinasi dan evaluasi. Instansi lain yang akan dilibatkan adalah Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN (induk PT Garam).

Syamsul mengatakan, masukan yang diterima pihaknya, antara lain perlu dilakukan kerja sam lintas sektoral karena garam adalah komoditas strategis. Perlu perbaikan Infrastruktur, seperti jalan pematang, saluran air, dan tambak garam. Struktur harga juga harus diperbaiki. Saat ini, harga garam di petani Rp.300/kg, padahal idealnya Rp. 900/kg atau 10% dari harga gula.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengemukakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta menteri terkait untuk menuntaskan masalah pergaraman di Tanah Air. Sebab, sejak awal reformasi, Indonesia telah menjadi salah satu negara pengimpor garam terbesar pada 2009.

Fadel menegaskan, sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dan beriklim tropis kuat, seharusnya Indonesia mampu berswasembada garam, bahkan bisa mengekspor. (S-26)

 

 

Sumber : Suara Pembaharuan, 20 Januari 2010.Hal.11 

Jajak Pendapat

Menurut Pendapat Anda, apakah dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, seharusnya pembangunan berbasis kemaritiman?