Tips-tips Bagi Yang Ingin Memelihara Ikan Hias

14 Januari 2013 | Ditulis oleh : Yoga Demas Komar
Ini bukan tips baku, tapi dapat coba dipraktikkan, dengan terus berupaya  mencari  informasi dari berbagai pihak.
1.    Pertama kali, tentu tetapkan dahulu, anda ingin memelihara sebagai hobiis atau untuk usaha. Sebagai tahap awal, mari menjadikannya sebagai hobi. Tak kenal maka tak sayang, bukan?

2.    Tentukan ikan hias yang akan dipelihara. Tawar atau laut? Banyak buku tentang ikan hias disediakan di pasaran, juga internet. Untuk kelas menengah-bawah, ada baiknya memelihara ikan yang mudah dirawat dan harga terjangkau. Jenis ikan hias tawar seperti Koki, Tetra, Barbir, Plati, Sepat, dan Zebra rasanya sudah memadai. 

3.    Harap diingat, sifat ikan berbeda-beda. Ada yang pendamai, tapi ada yang agresif seperti ikan Sumatera. Pisahkan ikan agresif ini, karena mereka bisa mencabik-cabik sirip ikan yang kalem.

4.    Ikan dapat dibeli di toko-toko penjual ikan hias. Pilih yang badannya sehat, yang dapat diperkirakan dari bentuk tubuh yang padat, sirip lengkap dan tidak rusak, serta kulit mulus. Ikan yang rawan penyakit umumnya dijumpai di penjual-penjual yang tidak memiliki tempat khusus.

5.    Beli atau buat akuarium.  Bila memilih yang kedua, perhatikan ketebalan kaca, ada rumus tertentu antara panjang, lebar, dan tinggi akuarium dengan tebal kaca. Biasanya, ukuran di bawah 100 sentimeter menggunakan kaca dengan tebal 3 hingga 5 sentimeter. 

6.    Ikan sama seperti manusia, butuh udara. Amat baik jika akuarium dilengkapi dengan sirkulator yang banyak dijual. Dengan ini, anda tidak perlu membersihkan akuarium tiap hari. Yang lebih murah adalah aerator, yang khusus mensuplai udara dari luar ke dalam akuarium. Anda yang kreatif bisa membuat akuarium dengan sistem “double bottom” sebagai sarana mensirkulasikan air sehingga tahan lama kualitasnya. Tambahkan arang aktif (zeolit) sebagai penyerap racun, bila perlu.

7.    Tak ada salahnya kalau akuarium dihias dengan batuan atau koral. Di toko banyak disediakan, cuma harus diperhatikan bahwa koral yang sudah diwarnai sebaiknya direndam dahulu agar bahan kimianya tidak membahayakan ikan. 

8.    Tanaman air hidup juga banyak terdapat di toko atau di alam. Bedanya, di toko biasanya tanaman sudah lebh dahulu dibersihkan. Jika mengambil dari alam, pastikan untuk dicuci dahulu dan  tidak ada hewan yang menempel yang dikhawatirkan merugikan ikan. Jenis seperti Hydrilla cocok untuk menambah suplai oksigen dalam akuarium. Tapi jangan terlalu banyak, karena di malam hari malah tanaman ini akan menyerap oksigen.

9.    Unsur paling penting tentu saja air. Usahakan menggunakan air tanah yang telah diaerasi setidaknya 24 jam. Hindari menggunakan air PAM secara langsung. Untuk ikan hias laut/karang, air bisa dibeli di toko-toko ikan hias. Biasanya air laut dijual per jerigen.

10.    Mengganti air bisa dilakukan berkala, tergantung seberapa lama kualitasnya bertahan. Cara yang paling bagus adalah dengan sifon (selang diameter kecil). Kurangi air dua pertiganya dengan sifon, sambil menyedot kotoran yang ada. Setelah itu, isikan air lewat selang/sifon hingga ketinggian semula.

11.    Perhatikan pakan ikan. Ada ikan yang membutuhkan pakan hidup segar seperti udang kecil, cacing rambut, atau jangkrik. Ada yang cukup dengan pakan segar beku seperti cacing beku.  Di pasaran semua itu tersedia. Ada pula yang berbentuk pellet dalam kemasan. Konsultasikan ke penjual ikan hias.

12.    Untuk menambah indah akuarium, beri pencahayaan yang sesuai. 

13.    Hama dan penyakit adalah hal yang paling sering mengancam. Untuk memahami ciri-ciri dan cara mengatasinya memang butuh pengetahuan sedikit mendalam. Namun biasanya berkisar pada perilaku ikan yang enggan makan, sirip layu, suka menggantung di bawah permukaan air. Ada pula yang tampak jelas dijangkiti parasit bintik putih (Ichthyopthirius), kutu air,  dan ektoparasit lain. Terdapat beberapa jenis cairan yang bisa dipakai untuk mengatasinya. 

14.    Ada juga masalah akibat kualitas lingkungan jelek seperti kurangnya oksigen, tingginya racun akibat sisa pakan, salah makan, perubahan temparatur, dan lain-lain. Konsultasikan hal-hal mengenai gangguan pada ikan ini dengan toko tempat anda membeli ikan.

http://madhusein.multiply.com/journal 14 Januari 2013